sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan

Barongsai Dilarang Tampil di Aceh

In Berita on January 3, 2010 at 1:04 pm

Minggu, 20 Desember 2009 | 13:34 WIB
TEMPO Interaktif,

Banda Aceh – Sejumlah warga Aceh etnis Tionghoa beragama Buddha, kecewa tak bisa menampilkan atraksi budaya, Barongsai saat menggelar doa bersama dalam memperingati lima tahun tsunami di Banda Aceh, Minggu (20/12). Atraksi tersebut masih dilarang oleh Departemen Agama di Aceh.

“Kami jelas kecewa dengan pelarangan ini, karena barongsai itu sebenarnya hanya atraksi budaya, bukan agama,” kata Yuswar, Panitia Pelaksana peringatan lima tahun tsunami penganut Buddha. Menurutnya sesuai rencana awal, atraksi Barongsai akan ditampilkan dengan berkeliling kota Banda Aceh, dan berakhir di kuburan massal Ulee Lheu, tempat masyarakat penganut Buddha melakukan doa bersama.

Yuswar mengatakan, pihaknya telah mengurus izin ke Departemen Agama dan juga kepolisian. Tetapi kemudian, Barongsai tetap belum diberikan persetujuan untuk tampil di Banda Aceh. “Alasannya karena kondisinya belum memungkinkan. Tapi, kami belum tahu kondisi yang dimaksud itu apa?” ujarnya. Akibat pelarangan tersebut, tim atraksi Barongsai yang sudah dipesan dari Medan, Sumatera Utara, batal hadir memeriahkan peringatan tsunami. Etnis Tionghoa meyakini, atraksi Barongsai bisa menenangkan arwah penasaran dari keluarga mereka yang menjadi korban tsunami 26 Desember 2004 silam.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama di Aceh, Rahman TB mengatakan perlu waktu untuk dilakukan sosialisasi dulu kepada masyakat Aceh yang mayoritas muslim, terkait atraksi Barongsai. Selama ini Barongsai belum pernah tampil secara terbuka dalam berbagai kegatan di Aceh.

“Kalau atraksi Barongsai ditampilkan, apa yang ditakuti?” tanya seorang wartawan. Menurut Rahman, belum bisa dan bukan karena ada yang ditakuti.

“Itu sesuatu yang baru dalam masyarakat Aceh, kalau ada orang-orang yang tidak suka bagaimana? Kita kan tidak tahu hati manusia,” jelasnya. Untuk itu kata Rahman, demi kenyamanan, ketentraman dan kedamaian bersama, persetujuan untuk atraksi Barongsai belum diberikan. Pihaknya juga telah terlebih dahulu berkoordinasi dengan polisi dan institusi terkait lainnya.

Kekhawatiran adanya masyarakat Aceh yang tidak bisa menerima atraksi Barongsai itulah yang menjadi alasan. “Tak hanya Barongsai, mungkin kalau ada konser musik di kampung-kampung, tetapi masyarakat belum bisa terima, juga tidak bisa dilaksanakan,” ujarnya. Rahman juga mengatakan, pihaknya selalu menjaga keutuhan kerukunan beragama di Aceh. Jangan sampai Aceh rusak kembali dengan benih-benih konflik. Apalagi selama ini, tidak pernah ada konflik agama di Aceh.

[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: