<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gudang Arsip</title>
	<atom:link href="http://gudangarsip11.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gudangarsip11.wordpress.com</link>
	<description>Sekedar Mendokumentasikan Apa yang Layak Didokumentasikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Mar 2011 05:44:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gudangarsip11.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gudang Arsip</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gudangarsip11.wordpress.com/osd.xml" title="Gudang Arsip" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gudangarsip11.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah)*</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2011/02/16/nabi-palsu-sikap-nabi-dan-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2011/02/16/nabi-palsu-sikap-nabi-dan-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 02:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[musailamah]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[nabi palsu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=165&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti dituturkan ahli tafsir dan sejarawan muslim terkemuka pada abad ketiga Hijriah, Imam Ibn Jarir Al-Tabari (838-923), dalam kitabnya Tarikh al-Rusul wa al-Muluk (Sejarah Para Rasul dan Raja) atau yang dikenal sebagai Tarikh<br />
al-Tabari, Musailamah bukanlah sosok yang sepenuhnya asing bagi Nabi. Beberapa bulan sebelum berkirim surat, Musailamah ikut dalam delegasi dari Yamamah yang menemui beliau di Madinah dan bersaksi atas kerasulannya. Delegasi inilah yang kemudian membawa Islam ke wilayah asal mereka dan membangun masjid di sana.</p>
<p style="text-align:justify;">Menerima surat dari Musailamah yang mengaku nabi, Rasul tidak lantas memaksanya menyatakan diri keluar dari Islam dan mendirikan agama baru, apalagi memeranginya. Padahal gampang saja kalau beliau mau, karena saat itu kekuatan kaum muslim di Madinah nyaris tak tertandingi. Mekah saja, yang tadinya menjadi markas para musuh bebuyutan Nabi, jatuh ke pelukan Islam. Yang dilakukan Rasul hanyalah mengirim surat balasan ke Musailamah: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Pengasih. Dari Muhammad, utusan Allah, ke Musailamah sang pendusta<br />
(al-kazzab). Bumi seluruhnya milik Allah. Allah menganugerahkannya kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Keselamatan hanyalah bagi mereka yang berada di jalan yang lurus.” Rasul menempuh dakwah dengan cara persuasi dan bukan cara kekerasan. Musailamah memang dikutuk sebagai al-Kazzab, tapi keberadaannya tidak dimusnahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, setelah Nabi wafat, ceritanya jadi lain. Umat Islam yang masih shocked karena ditinggal pemimpinnya berada dalam ancaman disintegrasi. Sejumlah suku Arab menyatakan memisahkan diri dari komunitas Islam di bawah pimpinan khalifah pertama, Abu Bakr al-Shiddiq. Sebagian dari mereka mengangkat nabi baru sebagai pemimpin untuk kelompok mereka sendiri. Musailamah dan sejumlah nabi palsu lain, seperti Al-Aswad dari Yaman dan Tulaikhah bin Khuwailid dari Bani As’ad, menyatakan menolak membayar zakat, suatu tindakan yang pada masa itu melambangkan pembangkangan terhadap pemerintah pusat di Madinah. Abu Bakr lalu melancarkan ekspedisi militer untuk menumpas gerakan pemurtadan oleh para nabi palsu tersebut, yang menurut dia telah merongrong kedaulatan khalifah dan membahayakan kesatuan umat. Perang Abu Bakr ini dikenal sebagai “perang melawan kemurtadan (hurub al-ridda).”</p>
<p style="text-align:justify;">Tampaknya, “perang melawan kemurtadan” inilah yang diadopsi begitu saja oleh para pelaku kekerasan terhadap Ahmadiyah tanpa disertai pemahaman yang mumpuni terhadap duduk perkaranya. Penyerangan brutal di Banten minggu lalu, yang menewaskan tiga warga Ahmadiyah, secara luas memang telah dikecam bahkan oleh banyak kalangan muslim sendiri, entah dengan alasan menodai citra Islam yang damai, merusak kerukunan beragama, atau melanggar hak asasi kaum minoritas.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi bagi para pelaku penyerangan dan yang membenarkannya, seperti FPI, apa yang mereka lakukan semata-mata demi membela Islam dari noda pemurtadan. Jemaah Ahmadiyah dianggap telah murtad karena mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, dan karena itu mesti dikeluarkan secara paksa dari Islam. Ironisnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteri Agama, dan pihak-pihak yang mengaku tidak menyetujui anarkisme terhadap Ahmadiyah, yang terus memaksa agar Ahmadiyah menjadi agama baru di luar Islam, sebenarnya juga memakai pendekatan “perang melawan kemurtadan” secara gegabah. Dalam hal ini, perbedaan MUI dan Menteri Agama dengan kaum penyerang Ahmadiyah hanya terletak dalam hal metode, tapi tidak dalam tujuan. Saya sebut ironis karena majelis ulama, yang berlabel “Indonesia” di belakang, ternyata merubuhkan prinsip kebinekaan Indonesia. Ironis karena seorang menteri yang merupakan hasil pemilu demokratis ternyata mempunyai pandangan yang melenceng dari konstitusi demokratis yang menjamin hak setiap warga menjalankan agama sesuai dengan keyakinannya. Yang paling ironis, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membiarkan saja semua itu terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lepas dari itu, kalau kita tinjau dari sudut doktrin dan sejarah Islam pun, pemakaian kerangka “perang melawan pemurtadan” untuk menyikapi Ahmadiyah sejatinya sama sekali tak berdasar. Patut diingat, sebutan “perang melawan<br />
kemurtadan” bukanlah kreasi Abu Bakr sendiri, melainkan penamaan belakangan dari para sejarawan muslim. Disebut demikian barangkali karena yang diperangi saat itu memang arus pemurtadan yang terkait dengan munculnya sejumlah nabi palsu. Dan gerakan nabi palsu pada masa itu berjalin berkelindan dengan upaya menggembosi kedaulatan kekhalifahan. Penolakan membayar zakat bukan hanya pelanggaran terhadap rukun Islam, tapi juga sebentuk aksi makar. Ini karena, berbeda dengan ibadah salat yang hanya melulu menyangkut hubungan hamba dan Tuhannya, urusan zakat berkaitan dengan negara. Tambahan pula, para nabi palsu tersebut juga membangun kekuatan militernya sendiri. Musailamah, misalnya, menggalang tidak kurang dari 40 ribu anggota pasukan untuk melawan pasukan muslim dalam perang Yamamah, sampai-sampai armada muslim di bawah Khalid bin Walid sempat kewalahan pada awalnya. Karena itu, perang Abu Bakr melawan kemurtadan mesti dibaca sebagai sebuah tindakan yang lebih bersifat politis ketimbang teologis, yakni berhubungan dengan penumpasan terhadap kelompok pemberontak. Karena itu, “perang melawan kemurtadan” versi khalifah Abu Bakr tidak bisa begitu saja diterapkan dalam konteks Indonesia sekarang. Taruhlah memang jemaah Ahmadiyah telah murtad karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Tapi bukankah sejauh ini mereka belum pernah membangun kekuatan militer untuk merongrong umat Islam dan pemerintahan yang sah seperti Musailamah pada masa khalifah Abu Bakr? Bukankah sejauh ini warga Ahmadiyah hanya menuntut untuk diberi ruang menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya? Kalau memang begitu, apakah tidak keliru kalau mereka diperlakukan seperti para pemberontak?</p>
<p style="text-align:justify;">Ditinjau dari perspektif kaidah fiqh “hukum berporos pada alasan”, gerakan pemurtadan oleh para nabi palsu pada masa Abu Bakr memang wajib diperangi, karena saat itu kemurtadan identik dengan pemberontakan yang mengancam<br />
kedaulatan khalifah dan integrasi umat. Adapun kalau sekadar murtad saja tanpa dibarengi pemberontakan, hukum yang berlaku tentu tidak sama. Pada titik inilah kita bisa mengacu pada peristiwa korespondensi antara Nabi Muhammad dan Musailamah seperti saya paparkan di awal tulisan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sinilah pemahaman tentang metodologi hukum Islam mutlak diperlukan dalam melihat pokok soalnya. Tanpa pengetahuan yang mumpuni tentang metodologi hukum Islam, keputusan yang muncul dan tindakan yang diambil mungkin saja tampak sesuai dengan ajaran syariat, tapi bisa jadi esensinya bertentangan dengan maqashid al- syari’ah (tujuan-tujuan syariat) yang lebih bersifat universal, seperti perlindungan terhadap hak-hak dasar manusia. Lagi pula, satu-satunya dalil Al-Quran tentang kemurtadan sama sekali tidak menyeru kaum muslim untuk memerangi kaum murtad semata-mata karena kemurtadannya. Simaklah Surat Ali Imran ayat 90. Ayat ini tidak menyinggung soal perlunya menggunakan cara-cara kekerasan dan paksaan terhadap si murtad, karena Tuhanlah yang akan menjadi hakim atas perbuatannya di akhirat nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kerangka Qurani semacam inilah kita bisa mengerti kenapa Nabi tidak menghukum Musailamah, yang tanpa tedeng aling-aling mengaku sebagai nabi. Bukan karena beliau mendiamkannya&#8211;toh Nabi melabelinya dengan gelar “Al-Kazzab”.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut saya, nabi bersikap seperti itu karena, dalam Al-Quran, hukuman terhadap si murtad memang sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah SWT. Nabi Muhammad hanyalah seorang manusia biasa yang bertugas menyampaikan risalah Ilahi. Beliau bukan Tuhan yang turun ke bumi. Itulah sebabnya Al-Quran menegaskan tidak ada paksaan dalam agama. Kalau Nabi saja demikian sikapnya, alangkah lancangnya Front Pembela Islam (FPI), MUI, dan Menteri Agama yang merasa punya hak untuk mengambil alih wewenang Tuhan untuk mendaulat diri mereka sebagai hakim atas orang-orang yang dianggap murtad seperti terlihat dalam sikap mereka terhadap jemaah Ahmadiyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sinilah saya kira umat Islam mesti memilih dalam bersikap, mau mengikuti cara-cara FPI, MUI, dan Menteri Agama, atau meneladan sikap Rasulullah. *)</p>
<p style="text-align:justify;">[]</p>
<p style="text-align:justify;">Akhmad Sahal, Kader NU, kandidat PhD Universitas Pennsylvania</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2011/02/16/kol,20110216-324,id.html</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=165&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2011/02/16/nabi-palsu-sikap-nabi-dan-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Skema Ponzi dalam Sistem Demokrasi</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2011/02/07/skema-ponzi-dalam-sistem-demokrasi/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2011/02/07/skema-ponzi-dalam-sistem-demokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 03:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[ponzi]]></category>
		<category><![CDATA[ponzi scheme]]></category>
		<category><![CDATA[skema ponzi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Charles Ponzi sudah lama mati. Namun namanya abadi sebagai bentuk kejahatan krah putih. Mungkin inilah satu satunya penjahat yang selalu namanya dilekatkan dengan pelaku tindak kriminal. Apa kelebihan Ponzi hingga begitu hebat namanya dikenang sepanjang masa. Dia hanyalah imigran Amerika. Tidak pernah lulus universitas. Tapi dia punya nyali dan tentu obsesi. Kreativitas adalah jantung dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=159&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://gudangarsip11.files.wordpress.com/2011/02/charles-ponzi-tm.jpg?w=185&#038;h=200" alt="" width="185" height="200" />Charles <strong>Ponzi</strong> sudah lama mati. Namun namanya abadi sebagai bentuk <strong>kejahatan</strong> krah putih. Mungkin inilah satu satunya  penjahat yang selalu namanya dilekatkan dengan pelaku tindak kriminal. Apa kelebihan <strong>Ponzi</strong> hingga begitu hebat namanya dikenang sepanjang masa. Dia hanyalah  imigran Amerika. Tidak pernah lulus universitas. Tapi dia punya nyali dan tentu obsesi. Kreativitas adalah jantung dari skema <strong>ponzi</strong> dan ini sesuai dengan  sejarah hidup <strong>Ponzi</strong> yang memang kreatif. Lahirnya kreatifitas ini bukanlah karena keilmuan tapi lebih kepada kecerdasan melihat situasi yang hidup ditengah masyarakat. <strong>Ponzi</strong> menawarkan masa depan dengan imbalan yang tinggi atau diatas akal sehat. Dengan syarat orang harus membayar hari kini. Tidak keuntungan sesungguhnya dari investasi ini. Karena <strong>Ponzi</strong> tidak menciptakan produk real untuk dijual. Dia menjual ilusi dan karenanya dia membangun ilusi lewat skema.</p>
<p style="text-align:justify;">Skema <strong>Ponzi</strong> sederhana saja. Ibarat ember yang diikat tali dan diisi penuh air. Dengan menggunakan tali,  kita putar ember yang berisi air itu. Selama putaran itu kencang dan tidak berhenti,  air diember tidak akan tumpah. Begitulah <strong>Ponzi</strong>. Selagi anggota terus berdatangan , maka skema <strong>ponzi</strong> tidak akan hancur.  Karena orang pertama masuk memakan yang kedua dan ketiga. Yang kedua ketiga masuk memakan yang keempat dan kelima. Begitu seterusnya. Cara ini tergolong konvensional dan sampai kini masih banyak diterapkan walau dikemas dalam berbagai produk seperti emas, obat suplemen, forex dan lain sebagainya. Dalam bidang investasi yang lebih canggih, dikenal apa yang disebut dengan derivative transaksi.  Berawal dari satu transaksi dan akhirnya berkembang menjadi 10 transaksil dan dari 10 transaksi berkembang menjadi100 transaksi dan begitu seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya istilah <strong>Ponzi</strong> tidak hanya terjadi dalam dunia investasi , juga terjadi pada skema perusahaan yang masuk bursa. Juga terjadi pada pemerintahan yang menganut sistem demokrasi. Baik perusahaan, agen investasi, pemerintahan demokrasi punya kesamaan ekosistem yaitu hidup dari kebodohan dan ketamakan orang banyak. Hidup dari promosi dan propaganda. Hidup dari menjual data dan janji. Hidup dari produk/program  illusi. Mereka yang terlibat dalam mendukung skema <strong>ponzi</strong> ini, entah itu karyawan, agent, mitra, yang jumlahnya tak sedikit telah menjadi kelompok minoritas yang kuat sebagai middle class ditengah mayoritas masyarakat kalah dan lelah. Mereka mendorong terjadinya indek konsumsi dan juga indek pertumbuhan ekonomi makro.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Pada perusahaan Publik, setiap awal tahun para direksi membuat laporan keuangan. Selalu mempunyai alasan yang kuat bila terjadi penurunan trend pendapatan dan lengkap dengan solusinya untuk meningkatkan pendapatan ditahun berikutnya. Solusi inilah yang dikampanyekan oleh para direksi agar pemegang saham Publik tetap percaya dan harga saham tetap tinggi. Ketika dipercaya oleh pemegang saham dan stake holder ( Kreditur dan otoritas)  maka direksi akan melancarkan program investasi baru lewat right issue, penerbitan obligasi, REPO.. Keadaan ini akan terus berlangsung dan pada akhirnya direksi hanya berpikir bagaimana menarik dana dari publik dan stake holder. Tidak lagi memikirkan bagaimana kualitas neraca meningkatkan value asset real. Tidak lagi memikirkan bagaimana  perusahaan mendatangkan laba untuk memberikan deviden real kepada pemegang saham. Sementara pemegang saham dapatkan gain dari ilusi yang dibangun dan menjualnya kepada pemegang saham baru.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah dalam sistem demokrasi juga adalah skema Ponzy terbaik. Semua penguasa tadinya bicara kepada rakyat tentang segala hal yang menjanjikan tentang kemakmuran dan kesejahteraan melalui peningkatan pendapatan, perluasan lapangan kerja, penegakan hukum demi keadilan. Jargon nasionalisme dan pembelaan orang tertindas menjadi marcusuar untuk orang banyak percaya. Tapi setelah berkuasa, setiap akhir tahun mereka bicara tentang prestasi yang dicapai. Mirip  cara <strong>ponzi</strong>, dengan mengangkat data yang ruwet sehingga orang malas berpikir itu benar atau salah. Yang pasti pemerintah hanya berpikir soal hari ini, bagaimana mendongkrak makro ekonomi untuk mudah dijarah. Tak lagi berpikir soal mikro ekonomi. Kelak, bila akhir masa pemerintahan, penguasa akan bicara tentang solusi dengan segudang kata kata magic world untuk berharap dipilih kembali. Kalau tidak kepilih maka penguasa berikutnya yang akan membayar lewat janji pula. Begitu seterusnya. Yang korban tetaplah rakyat bodoh yang percaya.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat yang hidup dalam sistem demokrasi memang dikepung oleh sistem ponzy itu sendiri dengan berbagai institusi yang dilegitimate untuk membuat masyarakat pasrah menjadi korban penipuan. Baik perusahaan investasi, Perusahaan Publik, Pemerintah, semua hidup mewah  dari hasrat orang banyak dan mengorbankan orang banyak. Bagaimanapun ini adalah tindakan kriminal dan amoral. Ini <strong>kejahatan</strong> yang berdiri diatas konsesus gerombolan kriminal yang berdasi dan berilmu. Yang beroperasi berdasarkan sistem yang terpadu dan legitimate. Mendobraknya akan menimbulkan efek sistemik.. Bila perlu orang ramai harus rela mem bail out ( APBN ) kesalahan sistem ini. Pak Harto jatuh, tapi Golkar tetap exist dan birokrasi tetap gagah dengan meluncurkan Oblgiasi Rekap membail out moneter yang salah urus, bahkan mantan birokrat bisa jadi peminpin dan anggota DPR. Padahal mereka tadinya ikut menikmati skema <strong>ponzi</strong> kekuasaan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya soal waktu sistem ini akan hancur. Sejarah akan mencatat itu. Asalkan ada kemauan dari masyarakat untuk berubah. Karena <strong>kejahatan</strong> seperti itu tidak datang dengan sendiri. Dia datang lewat proses panjang yang bersumber dari budaya sakit ditengah masyrakat. Budaya individualis, Budaya menang kalah, Budaya too good to be true, yang disebabkan oleh bangkrutnya spiritual ditengah masyarakat. Ini sudah menjadi wabah dunia dan menimbulkan paradox. Mengatasi ini harus melalui pendekatan perubahan mindset. Harus ada transformasi menjadi masyarakat madanin yang agamais. Ya masyarakat yang kuat, yang tahu melakukan koreksi secara sistematis dan sadar bahwa <strong>kejahatan</strong> terbesar bukanlah dilakukan oleh pelakunya, tetapi oleh kita yang mendiamkan <strong>kejahatan</strong> itu terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">[]</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber: <a href="http://culas.blogspot.com/2011/01/ponzi.html" target="_blank">http://culas.blogspot.com/2011/01/ponzi.html</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=159&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2011/02/07/skema-ponzi-dalam-sistem-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gudangarsip11.files.wordpress.com/2011/02/charles-ponzi-tm.jpg?w=185" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pilih Nyawa atau Devisa?</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/12/29/pilih-nyawa-atau-devisa/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/12/29/pilih-nyawa-atau-devisa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2010 06:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: KH. Said Aqil Siraj Musibah yang menimpa Sumiati dan Kikim sekali lagi menampar wajah Indonesia. Walau sudah terlambat, kita harus berseru, ”Cukup!” Ini sudah cukup. Dari waktu ke waktu persoalan tenaga kerja Indonesia (TKI) selalu klasik dan berputar-putar di wilayah yang itu-itu juga. Di satu sisi para TKI kita sebut pahlawan devisa. Namun, anehnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=157&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: KH. Said Aqil Siraj</p>
<p>Musibah yang menimpa Sumiati dan Kikim sekali lagi menampar wajah Indonesia.<br />
Walau sudah terlambat, kita harus berseru, ”Cukup!” Ini sudah cukup.</p>
<p>Dari waktu ke waktu persoalan tenaga kerja Indonesia (TKI) selalu klasik dan<br />
berputar-putar di wilayah yang itu-itu juga. Di satu sisi para TKI kita<br />
sebut pahlawan devisa. Namun, anehnya, di sisi lain para pahlawan ini<br />
diperlakukan dengan cara yang tak manusiawi. Di bandara koruptor bisa<br />
melenggang bebas di karpet merah, sementara TKI harus ”disterilkan” melalui<br />
terminal dan lawang khusus.</p>
<p>Kita sering menilai TKI dari segi ekonomi yang merendahkan martabat<br />
kemanusiaan. Secara salah kaprah kita mengamini ungkapan negara lain<br />
mengekspor produk, Indonesia mengekspor babu. Ungkapan ini sungguh<br />
melecehkan sumbangsih besar para TKI. Bahwa sumbangan devisa dari TKI sangat<br />
besar adalah fakta yang sama-sama kita ketahui.</p>
<p>Khazanah Nusantara</p>
<p>Sumbangsih lain yang sering luput adalah peran TKI sebagai duta kebudayaan.<br />
Saya takjub menjumpai banyak TKI yang bekerja merawat anak kecil atau<br />
orangtua dengan cara dan khazanah Nusantara. Sejumlah TKI yang Muslim bahkan<br />
kerap menidurkan bayi dalam gendongan dengan menyenandungkan selawat dan<br />
puji-pujian kepada Tuhan.</p>
<p>Hari-hari ini dengan mata telanjang kita menyaksikan TKI di Saudi<br />
direndahkan kemanusiaannya justru di negeri tempat Nabi Muhammad lahir dan<br />
berjuang melawan perbudakan. Sejumlah kezaliman terhadap TKI dibiarkan terus<br />
terjadi dan malah cenderung menumpulkan kepekaan kita untuk peduli. Akal<br />
sehat dan nurani kita terganggu.</p>
<p>Pada 1983 saya bertanya kepada Jenderal (Purn) Achmad Tirtosudiro, Duta<br />
Besar Indonesia untuk Arab Saudi. Waktu itu nasib TKI sudah memprihatinkan,<br />
sementara Pemerintah Indonesia seperti pura-pura tak tahu. Misalnya saja,<br />
saya masih tak yakin hingga sekarang apakah pemerintah peduli nasib ratusan<br />
TKI yang tinggal di kolong jembatan di daerah Jeddah. Saya bertanya, ”Apa<br />
yang bisa dilakukan kedutaan terhadap nasib TKI?” Pak Tirtosudiro menjawab<br />
dengan apologetik, tetapi akurat, ”Kami tak bisa berbuat apa-apa karena ini<br />
kebijakan dari Jakarta.”</p>
<p>Lengkaplah sudah ironi TKI. Sementara Pemerintah Arab Saudi memang susah<br />
diajak berembuk, Pemerintah Indonesia sendiri tak pernah sungguh-sungguh<br />
menjamin nasib TKI, kecuali memeras keringat mereka. Betapapun mudah saya<br />
mengerti mengapa bisa terjadi, musibah yang menimpa TKI sama sekali tak bisa<br />
saya maklumi. Ironi TKI tak bisa dimaklumi karena banyak hal.</p>
<p>Pertama, sudah sekitar dua dekade wacana nota kesepahaman Indonesia-Arab<br />
Saudi digaungkan. Namun, hingga kini hal itu ibarat menanti pepesan kosong.<br />
Di dalam negeri kita saksikan DPR terus menunda pengesahan RUU Perlindungan<br />
TKI yang dianggap bukan prioritas. Sementara Pemerintah Saudi terus berdalih<br />
penjaminan nasib TKI tak perlu nota kesepahaman. Bersamaan dengan itu,<br />
jaringan mafia TKI juga masih leluasa beroperasi memanfaatkan ketidaktahuan<br />
masyarakat akar rumput.</p>
<p>Kedua, penelantaran TKI di Saudi sekian lama adalah pengingkaran atas hak<br />
warga. Pelanggaran hak yang bersifat pasif ini bertentangan secara mendasar<br />
dengan kaidah tasharuff al imam ’ala al raiyyah manuthun bi al mashlahah.<br />
Segala kebijakan pemerintah harus berorientasi kepada kemaslahatan rakyat.<br />
Maka, penyedotan devisa dari saku TKI oleh pemerintah sambil mengingkari hak<br />
warga negara para TKI jelas tak bisa dibenarkan.</p>
<p>Ketiga, pemerintah kerap menyebut bahwa pilihan menjadi TKI adalah hak warga<br />
negara yang menyangkut kebebasan menentukan penghidupan layak. Namun, dalam<br />
kenyataannya, seseorang menjadi TKI sering bukan karena kemerdekaan pilihan.<br />
Menjadi TKI justru merupakan keterpaksaan akibat impitan ekonomi di kampung<br />
halaman. Islam menganjurkan min sa’adati islaamil mar-i an yakuuna rizquhu<br />
fi baladihi, pencarian seorang mukmin tergelar di tanah airnya. Kini<br />
ungkapan subur sarwa tinandur-murah sarwa tinuku (serba subur-serba murah)<br />
hanya tinggal ungkapan yang kian jauh dari kenyataan.</p>
<p>Maka, lonjakan jumlah TKI tak lain merupakan akumulasi dari kegagalan agenda<br />
menyejahterakan rakyat. Mestinya pemerintah beriktikad kuat, misalnya,<br />
menarik dana BLBI yang dikemplang. Dana BLBI cukup membuka lapangan kerja<br />
setidaknya bagi 10 juta jiwa.</p>
<p>Keempat, sebagian pihak sering menyederhanakan tragedi demi tragedi yang<br />
menimpa TKI di Arab Saudi sekadar akibat dari perbedaan budaya.<br />
Penyederhanaan ini batal oleh kenyataan bahwa watak banyak penduduk Saudi<br />
justru tak berbudaya. Pengalaman 14 tahun tinggal di Arab Saudi membuat saya<br />
bisa memastikan berbagai wujud kejahiliahan baru di negeri minyak ini.</p>
<p>Gemar memperbudak</p>
<p>Salah satu karakter yang umum di kalangan orang Saudi ialah gemar<br />
memperbudak, tetapi tak mau diperbudak. Manusia dianggap milik yang bisa<br />
diperlakukan manasuka. Watak ini bertahan dan mengakar berabad-abad.<br />
Peradaban Islam di Timur Tengah tampaknya belum berhasil melanjutkan misi<br />
kenabian Muhammad dalam menghapus perbudakan.</p>
<p>Sebagai Muslim tentu saya merasa malu mengapa perlakuan tak manusiawi bisa<br />
terjadi di Arab Saudi. Hal yang jauh berbeda justru saya saksikan, misalnya,<br />
di Taiwan, yang memperlakukan TKI lebih bermartabat. Di mata orang Taiwan,<br />
para TKI bekerja dalam konteks profesi, sementara di Saudi TKI dianggap<br />
sebagai budak yang dimiliki. Di Saudi jangankan mencari perlindungan ke<br />
kedutaan, nyaris semua TKI di Saudi yang bekerja sebagai pembantu rumah<br />
tangga tak diizinkan majikannya bisa mengakses dunia luar.</p>
<p>Permasalahan tak dibayarnya gaji TKI juga menjadi masalah yang kerap kali<br />
terjadi. Padahal, Rasulullah juga telah bersabda, ”Berikan upah pekerja<br />
sebelum kering keringatnya.” Hadis sahih diriwayatkan Ibnu Majah. Dan<br />
kenyataan ini semakin menjauhkan Saudi dari nilai-nilai yang telah diajarkan<br />
atau disabdakan Rasulullah.</p>
<p>Kita tahu bahwa selama ini kecenderungan pemerintah menangani permasalahan<br />
TKI sering kali reaksioner dan minimalis. Kalaupun hari ini pemerintah belum<br />
bisa berbuat banyak, yang bisa dituntut dalam waktu dekat ini sederhana<br />
saja: penghentian segera pengiriman TKI ke Arab Saudi. Dalam hemat saya,<br />
langkah ini paling tepat jika mempertimbangkan kompleksitas masalah yang<br />
ada. Bagaimanapun pemerintah harus mendahulukan keselamatan satu nyawa,<br />
bahkan jika harus dibandingkan dengan satu triliun rupiah suntikan devisa.</p>
<p>Said Aqil Siraj Ketua Umum Pengurus Besar NU</p>
<div id="_mcePaste" class="mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Bahwa PNS itu adalah hobi, dan bisnis sampingan adalah pekerjaan <img style="border:0 none;" title="; ))" src="http://www.politikana.com/images/smileys/momoticon/momoticon-snickers.png" alt="; ))" width="16" height="16" /></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=157&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/12/29/pilih-nyawa-atau-devisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.politikana.com/images/smileys/momoticon/momoticon-snickers.png" medium="image">
			<media:title type="html">; ))</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tinggalkan Menabung di Bank.. Kembalilah KE EMAS DAN PERAK</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/12/16/tinggalkan-menabung-di-bank-kembalilah-ke-emas-dan-perak/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/12/16/tinggalkan-menabung-di-bank-kembalilah-ke-emas-dan-perak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 14:35:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[tinggalkan bank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Punya pengalaman menabung dibank? atau di celengan?  jika sekarang kita punya Rp 5000 bisa beli semangkok baso, yakinkah kita taun depan dengan uang yang Rp5000 juga bisa dapat semankok basso dengan cita rasa yang sama? Itulah nasib jika kita menabung dalam uang kertas keluaran pemerintah. inflasi merupakan salah satu hantu yang banyak merugikan para penimbun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=153&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-155" src="http://gudangarsip11.files.wordpress.com/2010/12/gold-bars.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;">Punya pengalaman menabung dibank? atau di celengan?  jika sekarang kita punya Rp 5000 bisa beli semangkok baso, yakinkah kita taun depan dengan uang yang Rp5000 juga bisa dapat semankok basso dengan cita rasa yang sama?</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah nasib jika kita menabung dalam uang kertas keluaran pemerintah. inflasi merupakan salah satu hantu yang banyak merugikan para penimbun uang. sudah sunnatullah dalam Al Quran disebutkan bahwa dengan EMAS dan PERAK lah yang disarankan untuk MENJADI DASAR NILAI SUATU TRANSAKSI.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://nyenius.com/forum/index.php?page=show_post&amp;forum=46&amp;topic=773"><span style="color:#000000;">Berikut ada ulasan yang cukup bagus, ringan dan mudah dipahami mengenai seluk beluk emas.</span></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://nyenius.com/forum/index.php?page=show_post&amp;forum=46&amp;topic=773"></a><br />
<strong>Emas</strong> adalah aset yang paling sering di salah artikan. Penyebabnya banyak, tapi cuma ada satu hal yang udah pasti, yaitu emas dikelilingi oleh berbagai kekuatan super power dunia yang berusaha menguasai atau sebaliknya, menjatuhkannya. Pihak yang gw maksud adalah pemerintah dan pihak kapitalis kayak George Soros dan spekulan yang mendapat keuntungan dari gonjang ganjing perubahan ekonomi dan politik. Walau emas itu duit, dan kelihatannya hubungan emas dan pemerintah baik baik aja, sebenarnya tidak. Terutama sekali pemerintah AS, emas di anggap musuh, di beri pajak, di musuhi, bahkan pernah di anggap melanggar hukum bagi yang memiliki nya. Itu dulu, tapi situasi saat ini juga gak jauh beda.</p>
<p style="text-align:justify;">Beda dengan uang kertas, emas gak punya backing. Malah justru di musuhi oleh central bank (kalo di kita, BI) dan pemerintah yang terus berusaha mempertahankan status quo mereka memakai kekuatan uang kertas. Semua negara saat ini memakai uang kertas, jadi sebetulnya mereka itu musuhnya emas. Cina belakangan mulai menyuarakan keinginan untuk lepas dari pengaruh dollar dengan mulai menaruh investasi di emas, jumlahnya luar biasa besar, cukup bikin ketar ketir negara super power. Peristiwa itu saja sudah membuktikkan kekuatan besar di balik emas, yang tidak di miliki uang kertas. Mempertahankan status quo berarti memakai uang kertas, dan itu artinya mereka berseberangan dengan emas, apalagi sejak AS memutuskan hubungan dollar dengan emas sejak 1971 an kalo gak salah. AS berusaha mendiskreditkan emas sebisa mungkin, bahkan mereka menyalahkan The Great Depresi dulu karena emas. Bahkan emas di rendahkan dengan disamakan dengan ekonomi jaman purba.</p>
<p style="text-align:justify;">Singkatnya sistim moneter yang kita anut (berbasis uang kertas) membenarkan keberadaan uang kertas. Walau emas di musuhi kayak gitu, tetap saja emas di nilai tinggi dari dulu sampai skarang. Tetap eksis. Emas tetap pegang peranan penting dalam ekonomi dunia, why?</p>
<p style="text-align:justify;">Karena emas itu punya banyak kegunaan, dipakai dalam berbagai high tech product, perhiasan, mudah di uangkan. Dan masih banyak lagi, tapi intinya ada 8 hal yang ingin saya ajukan ke anda soal emas:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.</strong> Emas itu komoditi unik. Emas adalah satu satunya komoditi yang di timbun, sedangkan komoditi lain itu biasanya di proses untuk di konsumsi lagi. Walau emas di jadikan perhiasan, ujung ujung nya yah di simpan / timbun di laci rumah. Emas juga langka. Seluruh emas di dunia kalo di kumpulkan di satu tempat itu setara dengan 3 kali ukuran kolam renang Olimpic. Gak banyak.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.</strong> Emas itu satu satunya barang yang bisa di tambang di atas permukaan bumi. Kok bisa? Walau ada tambang emas dan ada kenaikan supply emas, tapi jumlahnya gak banyak, tetap konsisten, sekitar 1,7% per tahun aja. Itu artinya 1 gram emas skarang gak jauh beda ama 1 gram emas jaman Romawi dulu. Dengan kata lain, emas yang anda simpan di rumah / bank itu sama saja seperti tambang emas di mata orang lain.Karena tambang emas tidak bisa meningkatkan demand emas secara drastis, otomatis emas yg anda punya di rumah menjadi sangat bernilai. Ada yg bilang emas itu nilainya tergantung market perhiasan, gw gak setuju. Mentang2x jalanan becek, belum tentu hujan penyebabnya. Emas dalam perhiasan udah di campur dengan logam lain, karena tujuannya untuk di pamerkan, sedangkan emas murni itu sama dengan uang, karenanya tidak boleh di campur campur lagi. Jadi menurut saya, emas dalam wujud perhiasan bukanlah investasi lagi, padahal orang desa masih menganggap nya investasi, itu patut di sayangkan, dan musti di koreksi. Emas sungguhan bukan berupa perhiasan, karena 80% alasan orang/pemerintah menyimpan emas adalah untuk keperluan moneter, bukan untuk pajangan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.</strong> Emas itu uang. Emas semakin bernilai karena saat ini hampir seluruh negara di dunia mengalami inflasi atas mata uangnya, termasuk rupiah. Sebagai mata uang alternatif, emas punya keunggulan dibandingkan uang kertas karena tidak bisa di manipulasi oleh kebijakan pemerintah. Alasan lain kenapa emas menjadi sangat menarik adalah fakta adanya hutang negara yg luar biasa besar berikut segala problem finansial yg mengikuti di belakangnya menunggu untuk meledak bak reaksi berantai itu, sungguh menghantui perekonomian dunia. Apalagi jika problem itu kini eksis di AS. Dollar sebagai world reserve currency, jelas berdampak pada dunia jika mereka sampai gagal mengatasi masalahnya (sampai skarang tak kunjung keliatan solusinya). Beda dgn uang kertas, emas tidak terpengaruh oleh janji janji politikus.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4.</strong> Emas = alternatif uang kertas. Dollar benar benar bermasalah. Ia terkena super inflasi karena pemerintahnya terus menerus cetak lembaran dollar baru untuk melunasi hutang. Itu menurunkan daya beli dollar dari bulan ke bulan. Akibatnya makin banyak orang kini beralih ke emas. Rupiah tak terkecuali, karena rupiah juga mengalami inflasi. Hutang Indonesia di beli pihak Barat dalam dollar, mengatasnamakan globalisasi dan privatisasi, jadi jika AS down, Indonesia juga down. Tanpa support dollar, rupiah tak punya nilai seperti skarang. Sialnya, banyak negara di dunia yang seperti itu, tergantung sama dollar. Anda pikir apa yg dilakukan pemerintah Indonesia untuk intervensi dongkrak penguatan rupiahnya? BI melepas dollar (dan mungkin juga, emas) ke pasar. Jika dollar melemah, intervensi seperti apapun juga tak akan bisa menolong rupiah, so don’t tell me apa yang terjadi di Amrik tidak berpengaruh pada Indonesia. Pengaruhnya besar skali my friend. Dulu, dollar itu sama bagusnya dengan emas, hingga hubungan dollar vs emas di ceraikan Agustus 1971 oleh Nixon. Sejak itu, diperkirakan nilai beli dollar menurun 90% hingga kini. Walau dollar sudah babak belur, nyatanya dollar tetap saja gentayangan bebas hingga kini. Thanks kepada kekuatan super power Amrik dan propaganda nya bagus bagusin dollar dan jelek jelekin emas, yang membuat demand dollar tetap tinggi. Tugas BI nya AMrik adalah menciptakan ilusi jika dollar itu uang yang paling keren dibandingkan emas dan uang lainnya. Otomatis emas di jadikan saingan. Faktanya, emas adalah satu satunya saingan terberat dollar. Emas dan dollar saling berebut perhatian kita. Kebutuhan akan merekalah yang menentukan harganya. Agar orang lebih suka dollar ketimbang emas, maka tak ada pilihan, Bank Federal harus naikkan suku bunga agar lebih menarik. Tapi bau bangkai dikubur sebaik apapun, kelak akan tercium juga. Politikus boleh aja ajukan angka inflasi ini itu di atas kertas di manipulasi macam apa tahu dah, tapi suku bunga yang asli sajalah yg musti kita jadikan patokan. Angka nya tidak penting. Misal, jika suku bunga dollar 10%, dan tingkat inflasi 10%, maka suku bunga aslinya sebenarnya 0%, bukan 10% seperti yang tertulis di koran koran itu. Semakin rendah suku bunga asli, semakin mahal nilai emas. Dan itulah yg membuat saya bisa jadi seperti skarang ini, hehehhehehee….</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5.</strong> Daya beli emas itu abadi. Jangan liat dari angka nya, karena pasti anda akan kecewa sendiri, tapi anda musti melihat emas dari sudut pandang jatuhnya nilai beli dollar. Gini aja deh, liat kaitan harga emas vs harga dollar dan kaitannya dengan harga minyak mentah. Sejak 1945, harga minyak sudah naik dahsyat jika dikaitkan dengan dollar. Tapi jika minyak di kaitkan dengan emas, harganya gak beda jauh dari dulu sampai skarang, stabil terus. Artinya, dollar sangat berbahaya/tidak stabil, karena ada faktor manusia didalamnya, sedangkan emas yang ada hanyalah faktor alam dan Tuhan saja, manusia gak bisa ikut campur didalamnya. Jadi walau dollar tak lagi dikaitkan dengan emas, tapi emas tetap jadi patokan ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6.</strong> Nilai emas dipatok oleh pasar. Nilai emas ditentukan pasar, bukan oleh BI atau central bank layaknya uang kertas. Jika anda sudah tidak percaya ama pemerintah anda sendiri, maka emas bisa jadi pilihan anda. Saya sendiri tidak percaya sama pemerintah manapun, mo Indonesia kek, mo Amrik kek, none! Cukup sudah penderitaan yang sering saya liat di TV itu, itu tidak akan terjadi pada saya, karena saya akan mengalihkan sebagian uang saya ke aset lain yang lebih fair dan tidak terkontaminasi oleh politikus nakal yg gentayangan di sekitar kita saat ini. Selain emas, saya sedang explore kemungkinan invest di peternakan dan food processing, tapi karena kita bicara emas, topik itu untuk lain kali aja yah? Pasar memberi emas harganya, sebaliknya tugas pemerintah Amrik adalah mengacaukan harga emas. Mereka akan ngomong apa aja asal anda senang. Inflasi terkendali? Please deh. Mereka ingin anda percaya jika pemerintah pegang kendali harga emas, seperti halnya kendali mereka atas mata uang kertas. Fakta nya jauh beda, emas di tentukan oleh pasar, sama seperti harga lukisan Picasso misalnya. Gimana cara pemerintah mengacaukan harga emas? Caranya mereka juga ikutan jual beli emas. Kalau mata uang kepepet, mereka lepas emas ke pasaran. Untuk Indonesia, mereka lepas dollar dan mungkin sedikit emas. Dengan terus menekan harga emas dgn cara kotor seperti itu, maka tugas mereka membuat mata uang kertas terlihat keren terpenuhi sudah. Intervensi pemerintah ke pasar via emas itu memang sekilas membuat dollar dan uang kertas lainnya terlihat keren, padahal tidak. Harga emas adalah patokan penentu apakah mata uang negara bersangkutan itu di kelola dengan ok atau tidak (misal: bebas inflasi). Dengan menekan harga emas, bank pusat membuat ilusi seakan dollar lebih bagus ketimbang emas. Intervensi pemerintah ke dunia moneter itu konsisten dengan prinsip yg dianut banyak pemerintah di dunia termasuk indonesia, yaitu prinsip menghalalkan segala cara guna pertahankan status quo mereka (kedudukan istimewa para politikus yang berfoya foya pakai duit pajak rakyatnya). Pajak? ehhehehhehehe saya bukannya ngomporin kalian agar tidak bayar pajak loh, tapi asal tau aja, itulah fakta nya. Walau centralbank tidak punya kendali atas emas, tapi mereka bisa merecoki nya. Hebatnya lagi, tidak ada bukti sama sekali. Caranya? Pemerintah kalo kepepet buang stok emas nya ke pasar. Saat ini mereka cuma punya sedikit emas di gudang mereka. Setelah perang dunia kedua, pemerintah punya 68% emas di gudang. Kini mereka cuma punya 10% saja. Jadi beruntunglah anda yang nyimpan emas di rumah anda. Sebagai pemilik emas, saya dan mungkin orang lain yg seperti saya, jelas punya kekuasaan memberi pelajaran pada pemerintah yang korup ini, kelak jika bau bangkai mereka tak lagi bisa di tutupi dan rakyat menjadi marah karenanya, maka kami para pemegang emas akan pegang kendali dunia ini. Dan cepat atau lambat hal itu pasti akan terjadi. Itu analogi kasarnya loh. Dan saya akan sangat menikmati moment moment itu jika tiba. Orang tersabar akan mendapat hasil terbesar. Karena pemerintah cuma punya 10% emas di dunia ini (sisanya dipegang oleh orang seperti saya), maka semakin kecil pengaruh pemerintah dalam memanipulasi harga mata uang nya. Centralbank termasuk BI tak lagi jadi ancaman emas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7.</strong> Trend emas dari dulu sampai skarang selalu naik harganya. Kenaikan terhebat terjadi sejak 2001. Sementara banyak mata uang kertas lain pada babak belur, emas selalu meroket di depan. Seberapa besar? Tak seorang pun yang bisa menebaknya, tapi kenaikan bisa terjadi setiap saat, dan jumlahnya gak kira kira, bisa menyebabkan deposito sebagai bahan lawakan saya karena saking kecilnya bunga nya itu. Saya pernah baca interview keluaran Oktober 2003, diperkirakan 10-12 tahun yg akan datang dari 2003 itu, harga emas sekitar $8000 per troy ounce. Itu artinya kalo di liat dari skarang, itu tahun 2013-2015, tidak terlalu lama dari 2007 kala saya tulis ini. Saat ini saya lihat di bloomberg, harga emas sekitar $660. Itu artinya jika saya invest emas let’s say Rp 200 juta (2007), maka tahun 2013-2015 kelak saya akan memiliki emas senilai Rp 2,2 milyar alias kenaikan 1112%. Deposito bahkan reksadana dan ORI skalipun tidak bisa menyaingi angka itu. Sebelum anda anggap saya sudah gila, simak ini. Butuh $10 skarang untuk beli barang $1 di tahun 1970an. Dan emas selalu naik selama 1 dekade dari $35 hingga lebih dari $800 di tahun 1980an. Sejarah akan berulang lagi. Kali ini lonjakannya bisa 10 kali lipat dari skenario diatas. Saya sudah kemukakan alasan alasan kenapa emas kelak akan mengalahkan uang kertas sekali lagi seperti sejarahnya, proses itu kian dipercepat oleh inflasi dan abusing dollar saat ini. Kemampuan centralbank termasuk BI dalam memanipulasi nilai uang tak diragukan lagi, tapi tidak untuk emas. Emas 60 tahun bisa dipakai buat beli minyak saat ini, dan jumlah emas nya tidak berubah. Sedangkan dollar 60 tahun gak bisa beli minyak saat ini dgn jumlah yg sama, artinya dollar collaps.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalo mo beli emas, beli emas batangan/koin, jangan surat emas. Saya baca di detik.com bagian finance nya, disitu di bilang BI tengah mengusahakan pemasaran surat emas. Apa itu surat emas? Di luar negeri surat emas itu sudah biasa/umum. Intinya dengan memiliki surat emas (rencana nya dijual oleh bank), anda bisa punya emas tanpa nyimpan fisiknya. Mirip saham. Sebagai orang yg tidak percaya sama pemerintah, saya mencium bau bangkai di balik rencana BI itu. Langkah orang beli emas karena sadar ada bahaya finansial didepan (tidak cuma dollar, tapi juga seluruh mata uang dunia) itu sangat bijak. Mentang mentang poundsterling skarang bebas inflasi, tidak berarti akan seterusnya begitu. APalagi rupiah, dari jaman rikiplik ampe skarang, inflasi mlulu. Karena saya hidup di Indonesia, jelas emas sangat amat penting, karena rupiah gak bisa diandalkan lagi. Apakah saya bermimpi/hidup di awan? Tidak juga, karena biar bagaimanapun juga, saya tetap butuh rupiah, karenanya saya hanya simpan rupiah seperlunya agar roda perekonomian rumah terus berjalan, sisanya? Saya ogah simpan di bank dalam rupiah, apalagi dollar. Saya simpan dalam emas batangan. Emas memudahkan diversifikasi kalo lagi kepepet. Karenanya emas bisa jadi dewa penolong di situasi inflasi kayak skarang ini. Tapi pastikan beli emas batangan/koin, bukan surat emas. Bedanya jauh. Beli surat emas berarti anda membeli janji pemerintah yang akan memberi emas batangan/koin ke anda jika anda klaim. Dan janji pemerintah adalah janji manusia, dan janji manusia tidak bisa di percaya. Jika negara sudah benar benar kepepet, apa anda masih yakin pemerintah akan memenuhi janjinya? Ingat, di Amrik saja kepemilikan emas sempat menjadi illegal dulu, saking kepepet nya. Ingat, batas penjaminan dana pihak ketiga sudah di turunkan menjadi RP 100 juta doank. Jika anda punya dana di atas itu, dan jika bank anda hancur, maka sisanya musti nunggu aset bank terjual, baru akan dilunasi, dengan kata lain, gak janji la yauw. Hal serupa akan terjadi pada surat emas.</p>
<p style="text-align:justify;">Dimana beli emas? Ada 2 macam, lokal dan internasional. Yang bagus adalah internasional, karena standar harga nya di akui di seluruh dunia. Emas yang sertifikat nya dari Afrika Selatan, Rusia, Cina, Japan, Australia, itu the best punya. Lebih detail lagi, cari sertifikat dari perusahaan emas internasional terkemuka. Liatnya dimana? Anda bisa cari nama namanya di bursa emas dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena saya jarang keluar negeri, maka stok terbesar saya adalah emas lokal. Yang the best punya adalah emas ANTAM (Aneka Tambang), karena seluruh toko perhiasan di Indonesia akan mengacu harganya ke emas ANTAM. Lokasinya ada di Jalan Pemuda Bekasi.(samping kiri pertigaan pintu kawasan industri-pulogadung-klender, masuknya dari arah menuju pulogadung) Tidak sembarang orang boleh masuk ke kompleks nya, pintu nya selalu tertutup rapat bak benteng, dan orang yang keluar masuk semua di data dan harus ninggalin KTP. Sangat amat disarankan memakai jasa Securicor untuk angkut emas pesanan anda sebelum tinggalkan kompleks ANTAM itu. Begitu keluar dari kompleks itu, pemandangan di luar adalah pemandangan para supir tembak truk bercampur baur dengan orang2x yang gak jelas apa profesi nya, dan sangat mungkin mereka menunggu mengincar orang2x yg keluar dari situ untuk, yes, di rampok. So pengawalan amat perlu. Sebelum beli emas, make sure dulu cek harga emas terendah setiap hari nya dengan cara? Yes, baca koran tiap hari. Untuk hal ini, MetroTV sucks. Saya lebih suka CNN. Baca juga berita pemanasan politik global, harga minyak dunia, inflasi, isu nuklir Iran, perang Iraq, defisit perdagangan, cadangan emas dunia, kepanikan apa aja yang terjadi di bursa saham dunia. Semua itu berpengaruh pada harga emas, dan memberi petunjuk pada anda kapan harga terendah emas terjadi, dan itulah saat di mana anda masuk dan beli emas. Intinya, semakin kacau dunia, semakin naik harga emas. Jadi tidak salah kalo saya bilang, saya mendapat keuntungan terbesar dari kekacauan yang terjadi di sekitar kita. Bukannya saya doyan menghisap darah orang susah, tapi saya hanya reverse energi negatif yang ada menjadi positif. Ingat, bukan saya yang bikin kekacauan ini, tapi pemerintah!!! Nah, slamat mikir deh.</p>
<p style="text-align:justify;">[]</p>
<p style="text-align:justify;">http://rizqiananda.blogspot.com/2009/07/investasi-emas-aj.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=153&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/12/16/tinggalkan-menabung-di-bank-kembalilah-ke-emas-dan-perak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gudangarsip11.files.wordpress.com/2010/12/gold-bars.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kembalikan Uang, Gelandangan Ini Jadi Pahlawan</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/12/13/kembalikan-uang-gelandangan-ini-jadi-pahlawan/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/12/13/kembalikan-uang-gelandangan-ini-jadi-pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 13:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amazing-grace]]></category>
		<category><![CDATA[charity]]></category>
		<category><![CDATA[dave tally]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews &#8211; Bagi sebagian orang, menemukan uang dalam jumlah banyak milik orang merupakan rezeki nomplok. Namun, tidak demikian dengan seorang tuna wisma di Amerika Serikat (AS) berikut ini. Menemukan uang yang nilainya setara dengan puluhan juta rupiah, gelandangan bernama Dave Tally itu tidak gelap mata. Dia justru mengembalikan uang itu kepada pemiliknya. Kendati tanpa pamrih, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=147&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-148" src="http://gudangarsip11.files.wordpress.com/2010/12/dave-tally.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" />VIVAnews &#8211; Bagi sebagian orang, menemukan uang dalam jumlah banyak  milik orang merupakan rezeki nomplok. Namun, tidak demikian dengan  seorang tuna wisma di Amerika Serikat (AS) berikut ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Menemukan uang yang nilainya setara dengan puluhan juta rupiah,  gelandangan bernama Dave Tally itu tidak gelap mata. Dia justru  mengembalikan uang itu kepada pemiliknya. Kendati tanpa pamrih, niat  baik Tally itu mendapat balasan lebih dua kali lipat dari nilai uang  yang dia temukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kantor berita Associated Press pada 10 Desember 2010 menuturkan,  tunawisma asal Kota Tempe di negara bagian Arizona itu suatu ketika  menemukan tas berisikan uang sebesar US$3.300 atau sekitar Rp. 29,7  juta. Tally baru saja sembuh dari kecanduannya terhadap obat-obatan  terlarang dan alkohol.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia menemukan kantong tas berisi uang tersebut sepulangnya dari  membetulkan sepeda. Tanpa pikir panjang, Tally langsung memberikan tas  beserta isinya ke sebuah komunitas pelayan tunawisma di Tempe. Lelaki  berusia 49 tahun itu tidak mengambil sepeserpun dari uang tersebut,  padahal uang di kantongnya telah habis untuk membetulkan sepeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah ditelusuri, ternyata gepokan uang di dalam tas tersebut  milik Bryan Belanger, seorang mahasiswa di Universitas Negeri Arizona  yang kehilangan tas ketika hendak membeli mobil bekas. Bersama dengan  Stephen Spark, staf komunitas pelayan tunawisma, Tally mengembalikan  uang tersebut kepada Belanger. Kisah Tally ini diberitakan oleh radio  KTAR yang langsung menjadi pembicaraan seluruh kota.</p>
<p style="text-align:justify;">Atas kejujurannya ini, Tally dipuji sebagai pahlawan para tunawisma  karena telah merubah citra mereka yang buruk. Dewan kota Tempe yang  tersentuh dengan kejujurannya, membuat rekening untuk sumbangan seluruh  kota. Banyak warga yang kagum juga memberikan cek kepadanya yang  jumlahnya bahkan melebihi uang yang dia temukan, yaitu senilai US$8.000  (Rp.72 juta). Tidak sedikit dari warga juga menawarkan pekerjaan  kepadanya agar Tally dapat mandiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang dokter gigi bahkan memberikan perawatan gigi dan memberikan  gigi palsu secara gratis kepada Tally. Seorang pengacara menawarkan jasa  pro-bono kepadanya untuk menangani kasus-kasus lama yang menimpanya.  Walikota Tempe, Hugh Hallman, menjadikan hari ditemukannya uang tersebut  sebagai hari Dave Tally.</p>
<p style="text-align:justify;">“Saya tidak menyangka semua berakhir seperti ini. Saya hanya  berpikir untuk mengembalikan tas tersebut dan semuanya selesai,” ujar  Tally.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulunya, Tally adalah seorang pengawas di sebuah perusahaan  kontraktor. Dia kehilangan pekerjaannya ketika pada tahun 1999 dia  didakwa karena mengendara dalam keadaan mabuk. Karena itu juga dia  kehilangan izin mengemudinya. Tally mengaku dia memang pernah kecanduan  alkohol dan obat-obatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tally mengatakan akan  menggunakan uang yang dia peroleh dari  sumbangan untuk merencanakan hidupnya. Dia mengatakan ingin membuka  sebuah pusat pelatihan komputer. Dia juga mengatakan akan memilih  pekerjaan yang ditawarkan kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">[]</p>
<p style="text-align:justify;">http://id.news.yahoo.com/viva/20101213/twl-kembalikan-uang-gelandangan-ini-jadi-cfafc46.html</p>
<p>http://www.usatoday.com/news/nation/2010-11-19-homeless19_ST_N.htm</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=147&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/12/13/kembalikan-uang-gelandangan-ini-jadi-pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gudangarsip11.files.wordpress.com/2010/12/dave-tally.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Basa Sunda Feodal???</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/10/19/basa-sunda-feodal/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/10/19/basa-sunda-feodal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 02:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[argumen]]></category>
		<category><![CDATA[basa sunda]]></category>
		<category><![CDATA[lenyepaneun]]></category>
		<category><![CDATA[pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[sunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[—ku Dudhy . KAHARIWANG sawatara pihak ngeunaan bakal tumpurna basa Sunda tangtu lain hal anu bisa dilalaworakeun. Mun nempo kanyataan kiwari, prosentase urang Sunda nu make basa Sunda pikeun gunem catur di imah (jeung anggota kulawargana) jigana beuki ngurangan. Alesanana, lieur kudu diajar ngeunaan undak usuk basa. Sieun salah, bisi teu sopan, jeung rea-rea deui. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=143&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">—<em>ku Dudhy</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;">KAHARIWANG sawatara pihak ngeunaan bakal tumpurna basa Sunda tangtu lain hal anu bisa dilalaworakeun. Mun nempo kanyataan kiwari, prosentase urang Sunda nu make basa Sunda pikeun gunem catur di imah (jeung anggota kulawargana) jigana beuki ngurangan. Alesanana, lieur kudu diajar ngeunaan undak usuk basa. Sieun salah, bisi teu sopan, jeung rea-rea deui.</p>
<p>Lian ti eta, aya oge sawatara anggapan nu nyebutkeun yen basa Sunda teu demokratis, pinuh ku unsur feodalisme nu ngagugulung tur ngabeda-beda soal harkat darajat atawa strata sosial. Menak meunang ngomong kasar ka somah, sabalikna lamun somah nyarita kasar ka menak dianggap belegug, dusun atawa culangung.</p>
<p>Ku sabab kitu, loba anu milih nyarita ku basa salian ti basa Sunda, upamana bae basa Indonesia atawa basa Inggris. Dina anggapan maranehanana, basa-basa nu disebut bieu teh leuwih demokratis sabab euweuh panta-panta dina struktur basana. Tapi, naha enya dina basa Indonesia atawa basa Inggris upamana, euweuh panta-panta nu majar feodal? Hayu urang tengetan.</p>
<p>Anggap we urang teu bisa basa Sunda. Jadi urang nyarita ka sasaha ngagunakeun basa Indonesia. Naha enya urang sama sakali teu ngabedakeun cara urang ngobrol ka presiden jeung ka tukang ngakutan runtah? Ah, bohong. Geura we, tina lentongna oge geus pasti beda. Urang pasti moal wani ngomong teugeug ka presiden.</p>
<p>Ayeuna, anggap we urang wawuh boh ka presiden boh ka tukang runtah, terus urang rek ngajak nyimpang ka imah. Dina implengan kuring, kira-kira kieu pibasaeunana:<br />
Ka Presiden: &#8220;Jika Bapak Presiden berkenan, saya mohon ijin untuk mengundang Bapak singgah ke rumah saya.&#8221;<br />
Ka Tukang Runtah: &#8220;Pak, nanti mampir ke rumah ya!&#8221;<br />
Kira-kira, aya bedana atawa henteu?</p>
<p>Kumaha ari dina basa Inggris? Upamana wae urang ngirim urat ka Ratu Inggris, terus suratna hayang diwalonan. Kira-kira kieu meureun pibasaeunana.<br />
Ka Ratu: &#8220;I should have been very glad if Her Majesty would spend a little of your valuable time to reply my letter.&#8221;<br />
Ka Tukang runtah: &#8220;Please reply my letter.&#8221;<br />
Hapunten lamun contona teu sapagodos jeung mamanahan. Ieu mah sakadar nembongkeun yen angger dina basa nanaon oge aya panta-panta nu ngabedakeun cara urang cumarita. Hartina, hal ieu teh lain ngan ukur aya dina basa Sunda, tur nu ngabedakeun teh paling-paling dina sual &#8216;kadarna&#8217;.</p>
<p>Prinsip utama dina undak usuk basa teh sabenerna silih ajenan sacara &#8216;proporsional&#8217;. Lamun urang nyarita ka tukang macul adabna jiga ka presiden, manehna ge moal ngeunaheun, malah bisa-bisa kainggung asa dihina. Nu kieu nu disebut adab lanyap teh, adab tapi lain dina tempatna. Kitu deui sabalikna, mun ngomong ka presiden jiga ka tukang macul, nya dusun alias belegug tea kasebutna.</p>
<p>Jadi atuh lamun kitu mah alesan embung make basa Sunda pedah &#8216;terkesan&#8217; feodal teh asa dijieun-jieun. Pan logikana, lamun embung make basa Sunda alatan karasa feodal, atuh tong make basa Indonesia atawa basa Inggris anu sarua keneh &#8216;feodal&#8217;.</p>
<p>Kumaha ari sual undak usuk basa anu dijadikeun alesan matak lieur? Aya sawatara hal anu jigana bae jadi kasang tukang tina munculna pamanggih saperti kieu, diantarana:<br />
Teu dibiasakeun ku kolotna pikeun ngagunakeun basa Sunda anu bener undak usukna. Ieu teh bakal turun tumurun ka anakna, incuna, buyutna, jst. Akibatna, muncul generasi nu &#8216;ngarasa lieur&#8217; mun geus urusan jeung undak usuk basa.<br />
Mumul diajar. Najan ku kolot teu dididik sangkan bisa ngalarapkeun undak usuk basa, tapi lamun aya kahayang pikeun diajar mah pan bisa oge mulungan elmu ti nu sejen. Loba keneh urang Sunda nu ngarti tur paham sual undak usuk basa.<br />
Pangajaran basa Sunda di sakola waktuna kacida samporet tur disungkeret. Komo deuih lamun guru nu ngajarna teh sarua teu bisa. Ancur pisan ieu mah. Dijamin, barudak sakola teh beuki ngacapruk bas Sundana.<br />
Najan mindeng teu diaku, sabenerna loba urang Sunda anu ngarasa turun gengsi lamun ngobrol make basa Sunda. Bisa jadi ieu teh mangrupa akumulasi tina kahengkeran seler Sunda, nepi ka muncul sikep inferiority complex alias minder jadi urang Sunda. Kahengkeran nu dimaksud teh diantarana, urang Sunda mah mun geus &#8216;jeneng&#8217; biasana gumede jeung aing-aingan, beda jeung seler sejen. Hiji deui, kalolobaanana, lamun urang Sunda geus beunghar, ngomongna ganti &#8216;frekuensi&#8217; jadi basa Indonesia. Masing teu diaku ge, da kanyataanana memang kitu.<br />
Tangtu bae pasualan-pasualan di luhur teh jadi bahan pikeun urang sarerea sangkan neangan cara dina enggoning ngungkulanana. Lamun saukur ngandelkeun ketak pamarentah upamana, biheung rek iraha naon nu ku urang diharepkeun teh bisa ngawujud. Nu leuwih penting, idealna, masing-masing ngalakukeun cara ngungkulanana nurutkeun kamampuh sewang-sewangan. Lamun ieu geus jadi gerakan massal, lain hal anu pamohalan mun urang Sunda baris tandang mapakan &#8211; malah bisa jadi ngaleuwihan &#8211; seler sejen. Prung, ah!..</p>
<p>punten boh bilih aya nu teu sapagados sareng baraya cyber sadaya,, pamugi manpaat&#8230;.<br />
hidup <img src="http://vikingpersib.net/Smileys/SoLoSMiLeYS1/benderapersib.gif" border="0" alt=":kibarpersib" /></p>
<p>Wassalam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=143&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/10/19/basa-sunda-feodal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vikingpersib.net/Smileys/SoLoSMiLeYS1/benderapersib.gif" medium="image">
			<media:title type="html">:kibarpersib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arabic Comes to Jewish Schools (Bahasa Arab Masuk Sekolah Yahudi)</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/10/14/arabic-comes-to-jewish-schools-bahasa-arab-masuk-sekolah-yahudi/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/10/14/arabic-comes-to-jewish-schools-bahasa-arab-masuk-sekolah-yahudi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 07:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[arabic]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa arab]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[israeli]]></category>
		<category><![CDATA[timur tengah]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[By Jerrold Kessel and Pierre Klochendler JERUSALEM, Oct 7, 2010 (IPS) &#8211; &#8220;As a democracy Israel aspires to complete equality of all its citizens,&#8221; said Dr. Shlomo Alon, head of the education ministry&#8217;s Arabic and Islam education division as he launched a programme at the beginning of the new school year to make classes in [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=139&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>By Jerrold Kessel and Pierre Klochendler</em></p>
<p style="text-align:justify;">JERUSALEM, Oct 7, 2010 (IPS) &#8211; &#8220;As a democracy Israel aspires to complete equality of all its citizens,&#8221; said Dr. Shlomo Alon, head of the education ministry&#8217;s Arabic and Islam education division as he launched a programme at the beginning of the new school year to make classes in Arabic compulsory in all Jewish public schools. But just a month later, the commitment to &#8220;complete equality&#8221; looks like it&#8217;s taking a back seat.<br />
<em>YERUSALEM (IPS) – &#8220;SEBAGAI negara demokrasi, Israel bercita-cita memenuhi persamaan hak bagi seluruh warganegaranya,&#8221; kata Dr Shlomo Alon, kepala divisi pendidikan Arab dan Islam di Departemen Pendidikan saat meluncurkan sebuah program pada awal tahun ajaran baru untuk membuka kelas wajib bahasa Arab di seluruh sekolah umum Yahudi. Tapi sebulan kemudian, komitmen untuk &#8220;melengkapi persamaan&#8221; tampaknya mundur ke belakang.</em></p>
<p style="text-align:justify;">On Sunday, Prime Minister Benjamin Netanyahu will present a proposal to his cabinet which will obligate any non-Jew applying for Israeli citizenship to declare loyalty to &#8220;the State of Israel as a Jewish democratic state.&#8221;<br />
<em>Pada 3 Oktober lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan proposal ke kabinetnya. Isinya, mewajibkan setiap warga non-Yahudi, yang mengajukan kewarganegaraan Israel, untuk menyatakan kesetiaan kepada &#8220;Negara Israel sebagai negara demokrasi Yahudi.&#8221; </em></p>
<p style="text-align:justify;">It will be a sea change. Under Israel&#8217;s current Citizenship Law any prospective citizen must declare his or her loyalty simply to &#8220;the State of Israel&#8221;.<br />
<em>Ini akan menjadi perubahan mendasar. Di bawah UU Kewarganegaraan Israel saat ini, setiap calon warganegara harus menyatakan kesetiaannya hanya untuk &#8220;Negara Israel&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">In effect, the requirement applies mostly to Palestinians who marry Arab Israelis. Any Jew from around the world wishing to become Israeli automatically qualifies for citizenship without being required to take any sort of loyalty oath.<br />
<em>Akibatnya, persyaratan itu berlaku bagi sebagian besar orang Palestina yang menikahi orang Arab-Israel. Setiap orang Yahudi dari seluruh dunia yang ingin menjadi warganegara Israel secara otomatis memenuhi syarat itu tanpa harus melakukan sumpah setia.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Netanyahu stresses that his proposal dovetails into his insistence that the Palestinians, as part of a future peace agreement, accept Israel as a &#8220;Jewish state&#8221;.<br />
<em>Netanyahu menekankan, proposalnya sesuai dengan desakannya bahwa Palestina, sebagai bagian dari perjanjian perdamaian di masa depan, menerima Israel sebagai &#8220;negara Yahudi&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">While he is guaranteed backing from his nationalist-minded coalition, some ministers balk at the new proposed legislation. Says Deputy Prime Minister Dan Meridor: &#8220;This will only embitter relations between Israel&#8217;s Arab minority and the state.&#8221;<br />
<em>Sementara dia mendapat dukungan dari koalisi nasionalisnya, beberapa menteri menolak keras proposal itu. Deputi Perdana Menteri Dan Meridor mengatakan: &#8220;Ini hanya akan merusak hubungan antara minoritas Arab di Israel dan negara.&#8221; </em></p>
<p style="text-align:justify;">At a time of increasing tension between the Jewish majority and the 20 percent Arab minority, the new Arabic proposal for schools is designed to assuage mutual suspicions.<br />
<em>Saat ketegangan meningkat antara mayoritas Yahudi dan 20 persen minoritas Arab, usulan pengajaran bahasa Arab di sekolah-sekolah dirancang untuk meredakan rasa saling curiga. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Though compulsory, the scheme at first covers only schools in northern Israel, about a fifth of the public schools in the Jewish sector. Until the new official directive, only from age 12 could Jewish pupils study Arabic, and only after learning English in the early grades. Even then, Arabic wasn&#8217;t compulsory.<br />
<em>Sekalipun wajib, rencana itu awalnya hanya mencakup sekolah-sekolah di Israel utara, sekitar seperlima sekolah-sekolah umum di kawasan Yahudi. Hingga instruksi resmi turun, hanya murid Yahudi berusia 12 tahun yang mempelajari bahasa Arab, dan hanya setelah belajar bahasa Inggris di kelas-kelas awal. Bahkan kemudian, bahasa Arab tak lagi diwajibkan.</em></p>
<p style="text-align:justify;">To fulfill the requirement of learning a second language, Jewish pupils have quite a choice &#8212; Arabic or another of the languages widely spoken here such as Russian, Amharic or French. Few teenagers opt for Arabic.<br />
<em>Untuk memenuhi kebutuhan belajar bahasa kedua, siswa Yahudi punya pilihan –bahasa Arab atau bahasa lain yang digunakan luas di sini seperti bahasa Rusia, Amharic, atau Prancis. Beberapa remaja memilih bahasa Arab.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Now in 170 public schools in northern Israel, the new programme of the written and spoken language is taking root. It&#8217;s called &#8216;Ya Salaam&#8217; (&#8216;how wonderful&#8217; in Arabic).<br />
<em>Sekarang, di 170 sekolah umum di Israel utara, program baru menulis dan bicara bahasa sudah mengakar. Ia disebut “Ya Salaam” (“betapa indahnya”, dalam bahasa Arab). </em></p>
<p style="text-align:justify;">For the fifth graders in Mahmoud&#8217;s class, Arabic remains foreign. Slowly, laboriously though, it&#8217;s becoming more familiar to the ear, and to the hand.<br />
<em>Untuk murid kelas lima di kelas Mahmoud, bahasa Arab masih asing. Perlahan-lahan, dengan susah-payah, ia terasa lebih akrab di telinga, dan bagi tangan. </em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;It&#8217;s much harder than Hebrew,&#8221; says Yossi, 10. &#8220;But I&#8217;ve started to like the way it sounds.&#8221;<br />
<em>&#8220;Ia jauh lebih sulit daripada bahasa Ibrani,&#8221; kata Yossi, berusia 10 tahun. &#8220;Tapi saya sudah mulai suka mendengarnya.&#8221; </em></p>
<p style="text-align:justify;">Miriam, a Jewish teacher at the school, says, &#8220;As kids, when we heard Arabic in the street, we were scared. Instilling the Arabic language at a young age may help overcome those fears.&#8221;<br />
<em>Miriam, seorang guru di sekolah Yahudi, mengatakan, &#8220;Sebagai anak-anak, ketika kami mendengar bahasa Arab di jalanan, kami takut. Menanamkan bahasa Arab pada usia muda dapat membantu mengatasi ketakutan.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Eventually, the aim is to apply the pilot scheme to Jewish schools throughout the country. &#8220;We hope,&#8221; says Dr. Alon, &#8220;that this studying of Arabic promotes tolerance among our children, conveys a message of acceptance, and builds cultural bridges between Jews and Arabs.&#8221;<br />
<em>Akhirnya, tujuannya adalah menerapkan skema percontohan itu ke sekolah-sekolah Yahudi di seluruh negeri. &#8220;Kami berharap,&#8221; kata Dr Alon, &#8220;pelajaran bahasa Arab mempromosikan toleransi di antara anak-anak kami, menyampaikan pesan penerimaan, dan membangun jembatan budaya antara orang-orang Yahudi dan Arab.&#8221; </em></p>
<p style="text-align:justify;">But for many Jewish parents and their children, Arabic is not always seen as a means of getting to know their Arab neighbours better, or to understanding them better.<br />
<em>Tapi bagi banyak orangtua Yahudi dan anak-anak mereka, bahasa Arab tak selalu dilihat sebagai sarana untuk mengenal tetangga Arab mereka atau memahami mereka dengan lebih baik.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Most Arab Israelis speak fluent Hebrew. Hebrew words are often interlaced in their Arabic. Said one Jewish parent who declined to give his name, &#8220;What&#8217;s important about knowing Arabic is that our children can understand what the Arabs are saying about us in their own language.&#8221;<br />
<em>Banyak orang Arab-Israel fasih berbahasa Ibrani. Kata-kata Ibrani seringkali terjalin dalam bahasa Arab mereka. Kata salah satu orangtua Yahudi, yang menolak menyebutkan namanya, &#8220;Pentingnya mengenal bahasa Arab adalah anak-anak kami dapat mengerti apa yang orang-orang Arab katakan tentang kami dalam bahasa mereka sendiri.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Up until now, for those Jewish students, generation after generation, who did study Arabic, it was often perceived as &#8220;a national necessity&#8221;, as &#8220;a security- minded duty&#8221;, based on the conventional wisdom of &#8220;know thy enemy&#8221;.<br />
<em>Hingga kini, bagi para pelajar Yahudi, generasi demi generasi, yang belajar bahasa Arab, ia sering dianggap sebagai &#8221; kebutuhan nasional&#8221;, sebagai &#8220;kewajiban demi keamanan&#8221;, berdasarkan kebijaksanaan konvensional &#8220;ketahui musuhmu&#8221;. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Many Jewish students who chose to study Arabic right through school go on to do their national military service in intelligence units or in security services.<br />
<em>Banyak siswa Yahudi memilih belajar bahasa Arab dengan benar di sekolah untuk masuk wajib militer di unit-unit intelijen atau jasa keamanan. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Most Jewish Israelis feel they share far more values with Europeans or Americans than with their immediate Arab neighbours, albeit many of their families immigrated from Arab countries and Arabic was spoken at home (often as a way for the parents to make sure their children would not understand them).<br />
<em>Kebanyakan orang Yahudi Israel merasa mereka lebih punya nilai-nilai Eropa atau Amerika ketimbang tetangga dekat mereka: Arab, meski banyak anggota keluarga mereka datang dari negara-negara Arab dan bahasa Arab digunakan di rumah (seringkali sebagai cara bagi orangtua untuk memastikan anak-anak mereka tak memahami mereka). </em></p>
<p style="text-align:justify;">What drives young Jewish Israelis away from Arabic is their sense of being caught up in a never-ending struggle for Israel&#8217;s acceptance in the Middle East.<br />
<em>Apa yang mendorong anak muda Yahudi Israel menjauhi bahasa Arab adalah rasa terperangkap mereka terkait perjuangan tanpa akhir atas penerimaan Israel di Timur Tengah.</em></p>
<p style="text-align:justify;">By their own admission, Israel&#8217;s place in &#8220;a tough neighbourhood&#8221; is usually seen only through the narrow prism of the long-drawn-out Israeli-Arab conflict, and their own overwhelming feeling that they belong to &#8220;a tiny Jewish state surrounded by&#8221; &#8211;not close to &#8212; the neighbouring Arab countries.<br />
<em>Dalam pandangan mereka, tempat Israel di &#8220;lingkungan keras&#8221; biasanya hanya dilihat melalui prisma sempit tentang konflik Arab-Israel yang sudah berlangsung lama. Dan mereka merasa berada di &#8220;negara Yahudi kecil yang dikepung oleh&#8221; –bukan dekat dengan– negara-negara tetangga Arab. </em></p>
<p style="text-align:justify;">So, why this initiative now?<br />
<em>Jadi, mengapa ada inisiatif ini sekarang? </em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;An increasing demand from students and parents &#8212; as simple as that,&#8221; says Alon. &#8220;But our hope is that as the only democracy in the Middle East, making the study of Arabic compulsory will encourage a respect for civil rights and bring about greater acceptance of the Arab minority as full citizens. Besides, we want to provide more work opportunities for Arab teachers.&#8221;<br />
<em>&#8220;Permintaan yang meningkat dari siswa dan orangtua –sederhananya seperti itu,&#8221; ujar Alon. &#8220;Tapi harapan kami, sebagai satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah, mewajibkan bahasa Arab akan mendorong rasa hormat terhadap hak-hak sipil dan penerimaan lebih besar dari minoritas Arab sebagai warganegara penuh. Selain itu, kami ingin memberikan kesempatan kerja lebih besar untuk guru-guru Arab.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Of the thousand or so Arabic teachers in the Jewish public school system, the overwhelming majority are Jewish. Now, 50 additional Arab teachers have begun teaching in Jewish schools.<br />
<em>Dari seribu lebih guru bahasa Arab di sistem sekolah umum Yahudi, mayoritas adalah orang Yahudi. Sekarang, 50 guru Arab tambahan mulai mengajar di sekolah-sekolah Yahudi.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Even Alon concedes that for all the good intentions, two hours a week of Arabic is just a start, no more than a taste of what&#8217;s needed to bridge the gap between Jewish and Arab Israelis. Not merely a cultural gap, but deep inequality in terms of the application of civil rights.<br />
<em>Bahkan Alon mengatakan, demi tujuan baik itu, dua jam seminggu untuk pelajaran bahasa Arab hanyalah sebuah awal, memenuhi kebutuhan untuk menjembatani kesenjangan antara orang Yahudi dan Arab-Israel. Bukan hanya kesenjangan budaya, tapi ketimpangan mendalam dalam penerapan hak-hak sipil. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Still, in spite of its limited scope, if expanded and implemented properly, the &#8216;Ya Salaam&#8217; project might do yet something to eliminate the current hostility towards Arabic as a language, and even perhaps bring Jews and Arabs slightly closer together.<br />
<em>Namun, meski lingkupnya terbatas, jika diperluas dan dilaksanakan dengan benar, proyek “Ya Salaam” yang sekarang diterapkan mungkin menghilangkan permusuhan terhadap bahasa Arab, dan bahkan mendekatkan orang-orang Yahudi dan Arab.</em></p>
<p style="text-align:justify;">[]<br />
<a href="http://www.ipsnews.org/news.asp?idnews=53100" target="_blank">http://www.ipsnews.org/news.asp?idnews=53100</a><br />
Translated to Indonesia by Imam Shofwan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=139&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/10/14/arabic-comes-to-jewish-schools-bahasa-arab-masuk-sekolah-yahudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nitrat dalam Makanan</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/10/01/nitrat-dalam-makanan/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/10/01/nitrat-dalam-makanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 22:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[nitrat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah teman-teman menghindari makanan yang mengandung nitrat? Seringkali kita ragu membeli beberapa produk makanan yang mengandung nitrat. Produk-produk olahan yang mengandung nitrat, seringkali kita jumpai pada produk-produk daging olahan, seperti bakso, sosis, daging asap, makanan kaleng, dll. Anak-anak seringkali menyukai produk-produk olahan tersebut, sehingga kita ragu-ragu memutuskan apakah kita boleh mengkonsumsi produk-produk tersebut? Percayakah teman-teman, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=134&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pernahkah teman-teman menghindari makanan yang mengandung nitrat? Seringkali kita ragu membeli beberapa produk makanan yang mengandung nitrat. Produk-produk olahan yang mengandung nitrat, seringkali kita jumpai pada produk-produk daging olahan, seperti bakso, sosis, daging asap, makanan kaleng, dll. Anak-anak seringkali menyukai produk-produk olahan tersebut, sehingga kita ragu-ragu memutuskan apakah kita boleh mengkonsumsi produk-produk tersebut?</p>
<p style="text-align:justify;">Percayakah teman-teman, ternyata nitrat yang kita hindari, tanpa sadar kita konsumsi hampir setiap hari. Mengejutkan sekali bukan? Nitrat yang kita hindari ini, ternyata 90% kita peroleh dari sayuran hijau, antara lain, bayam, seledri, kol, brokoli, dll. Dan hanya 10% kita peroleh dari produk-produk daging olahan. (itupun jika kita makan salah satu produk2x olahan tsb).</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah benar, nitrat tidak baik untuk kesehatan? Kalau dikonsumsi sekaligus dalam jumlah yang banyak (30-35gram), memang nitrat ini berbahaya untuk kesehatan. Yah seperti obat&#8230;bisa menjadi racun dalam jumlah banyak, tapi menjadi obat dalam jumlah sedikit. Dan selama ini, belum terbukti bahwa nitrat dapat mengakibatkan kanker.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah mendengar Nitrosamine? Yang menurut kabar berita dapat mengakibatkan kanker yang banyak terdapat pada produk daging panggang, seperti sate, steak, dll. Nitrosamine ini, merupakan perubahan dari nitrat dalam makanan yang dapat terjadi jika terdapat pembakaran diatas suhu 200 derajat Celcius. Dan si Nitrosamine ini dapat diredam dengan cara memberikan Ascorbic Acid (Vit.C) dalam makanan yang mengandung nitrat. Yang lebih mengejutkan, ternyata si nitrosamine ini terdapat 17 kali lebih banyak pada asap rokok dan produk2x karet, antara lain balon tiup, kondom, dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah aman mengonsumsi makanan yang mengandung Nitrat? Bahan tambahan makanan ini, merupakan salah satu bahan makanan tambahan yang diwajibkan pada produk-produk pengolahan daging standard Eropa dan Amerika. Nitrat sendiri sudah dipergunakan sejak manusia belum bisa membaca dan menulis untuk proses pengawetan daging, baik di China, Yunani, dll. Pada saat itu belum ditemukan mesin pendingin, jadi pengawetan daging merupakan hal yang paling umum untuk menyimpan daging dalam waktu yang lama. Zaman itu, belum ada standarisasi penggunaan nitrat, dan semua orang mengonsumsi daging yang telah diawetkan sebagai salah satu sumber protein yang paling banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1970-an, terjadi pro kontra dengan adanya pendapat dari beberapa ilmuwan, yang menyatakan bahwa nitrat dapat membahayakan kesehatan, yang akhirnya tidak dapat dibuktikan tetapi pendapat ini sudah menjadi pendapat umum yang sulit diubah. FDA Internasional, akhirnya menetapkan standarisasi untuk penggunakan nitrat ini agar pemakaiannya tidak berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;">Nitrat tetap harus digunakan untuk produk-produk pengolahan daging, dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri botulinum yang dapat mengakibatkan keracunan makanan, bahkan kematian. Selain itu, nitrat membantu warna daging menjadi lebih merah. Dengan jumlah sedikit, nitrat dapat membantu menyelamatkan ribuan bahkan jutaan manusia dari keracunan makanan. Kadar nitrat yang sangat sedikit di dalam produk-produk olahan ini, sangat aman untuk dikonsumsi dan jauh lebih sedikit daripada yang kita konsumsi melalui sayuran hijau.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi aman dunk, kalau kita sering-sering makan produk-produk olahan tersebut? Jika produsen daging olahan tersebut memperhatikan dan mematuhi aturan standard International, kandungan nitrat yang berada dalam makanan sudah pasti aman untuk dikonsumsi. Kadangkala ada produsen nakal, yang memberikan nitrat melebihi aturan agar hasil produknya berwarna lebih merah cemerlang. Kita tetap harus waspada terhadap kandungan lemak dari produk-produk tersebut. Seringkali kita terlalu waspada di satu sisi, kita melupakan banyak faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia sendiri, penggunaan nitrat sebenarnya digunakan dalam pengolahan ikan asin, telur asin, terasi yang dikenal sebagai sendawa dan dijual bebas. Padahal si sendawa ini, tidak tertulis jelas kandungan nitratnya dan aturan pakai. Di luar kewaspadaan kita, ternyata sumber nitrat pada makanan bukan hanya dari sosis dan daging asap, tetapi paling banyak diperoleh dari sayuran hijau, ikan asin, telur asin, terasi, dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan lupa, kita harus memperhatikan kandungan lemak dan gula dalam suatu produk. Hal ini justru harus lebih diwaspadai, karena hampir semua produk makanan (kue-kue, biskuit, minuman, dll) mengandung lemak dan gula. Hati-hati dengan lemak dan gula yang berlebihan, karena hal ini lebih membahayakan pada kesehatan kita semua. Juga harus diperhatikan jenis-jenis lemak dan gula yang dipergunakan. Jangan mudah terpancing dengan iklan suatu produk yang mengatasnamakan pemanis sehat atau lemak sehat, karena ada hal lain yang tidak kita ketahui dibelakangnya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><em>ditulis oleh Stella</em><br />
Kutipan dari berbagai sumber</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://cikciks.multiply.com/journal/item/55/Nitrat_dalam_Makanan" target="_blank"><cite>http://cikciks.multiply.com/journal/item/55/Nitrat_dalam_Makanan</cite></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=134&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/10/01/nitrat-dalam-makanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelacur</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/09/21/pelacur/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/09/21/pelacur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 03:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[athena]]></category>
		<category><![CDATA[filsuf]]></category>
		<category><![CDATA[hetaire]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[pelacur]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[yunani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Yunani bukan cuma negeri para filsuf, tapi juga negeri dengan jumlah pelacur yang berlimpah. Pada masa jayanya, tulis Nikolaos Vrissimtiz dalam &#8220;Love, Sex and Merriage in Ancient Greece&#8221;, tak ada kota yang jumlah pelacurnya sebanyak Athena. Salah satu titik yang banyak ditinggali para pelacur adalah Pireaus, kota pelabuhan di Athena, di mana banyak kapal datang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=130&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Yunani bukan cuma negeri para filsuf, tapi juga negeri dengan jumlah pelacur yang berlimpah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa jayanya, tulis Nikolaos Vrissimtiz dalam &#8220;Love, Sex and Merriage in Ancient Greece&#8221;, tak ada kota yang jumlah pelacurnya sebanyak Athena. Salah satu titik yang banyak ditinggali para pelacur adalah Pireaus, kota pelabuhan di Athena, di mana banyak kapal datang dari berbagai tempat datang untuk berlabuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Awal mula berkembangnya lokalisasi di Athena diperkirakan berlangsung pada abad 6 Sebelum Masehi, terutama setelah berdirinya lokalisasi legal pertama di Athena. Pendirinya adalah SOlon. Dialah germo pertama dalam sejarah Yunani.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa itu, sebutan untuk pelacur adalah &#8220;porne&#8221;, ditakik dari kata &#8220;pernemi&#8221; yang berarti &#8220;menjual&#8221; &#8211;karena mereka memang untuk dijual. Hingga taraf tertentu mereka dilindungi oleh polis. Secara rutin, polis menarik pajak dari mereka. Pelacur yang bekerja di lokalisasi legal maka pajaknya dibayarkan oleh germo. Sementara pelacur partikelir membayar pajaknya sendiri. Kadang-kadang, layaknya Bulog di sini, polis juga melakukan operasi pasar untuk mengntrol tarif mereka. Bahkan, ada sebutan khusus untuk pajak para pelacur ini: &#8220;pornikon telos&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa jenis pelacur. Mereka yang mangkal di lingkungan lokalisasi legal disebut &#8220;katakleistae&#8221; (artinya: menetap). Mereka yang nongkrong di dekat jembatan atau pemandian umum dipanggil &#8220;gephyridae&#8221;. Sementara mereka yang mangkal di luaran disebut &#8220;chamaitypae&#8221; (berasal dari kata &#8220;chamai typo&#8221; yang berarti merebahkan diri). Lain lagi dengan para pelacur yang berjalan menjajakan diri laiknya pedagang keliling. Mereka dipanggil &#8220;perepatikae&#8221; (pengembara).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari semuanya, &#8220;hetaire&#8221; berada di posisi yang tertinggi. Inilah pelacur kelas atas yang mungkin bisa dibandingkan dengan geisha dalam tradisi Jepang. Layaknya geisha, mereka tak cukup hanya bisa ngangkang, melainkan harus bisa menari, memainkan beberapa alat musik (flute, tamborin, kastanet hingga lyre&#8217;).</p>
<p style="text-align:justify;">Hetaire biasa beredar dalam symposia-symposia yang melibatkan para sosialita zaman itu. Sysmposia biasa diikuti para senator, orator hingga para filsuf. Mereka biasa minum-minum di atas dipan sembari membicarakan soal-soal yang beragam, dari mulai soal gosip sehari-hari, isu-isu politik hingga diskusi filsafat. Beberapa hetaire paling terkenal mampu mengkuti semua topik pembicaraan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Leontion, seorang hetaire legendaris, disebut-sebut bahkan amat mempengaruhi filsuf Epicurus. Aspasia, hetaire yang lain, juga menjadi salah satu murid terpenting Epicurus. Sosok Pericles yang dihormati kabarnya bahkan memelihat seorang hetaire, tak lain dan tak bukan Aspasia sendiri. Alexander yang Agung juga intim dengan hetaire bernama Thais.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu adegan paling legendaris dalam sejarah prostitusi di Athena adalah adegan ketika orator terkenal bernama Hyperides menjadi pembela seorang hetaire bernama Phyrne. Tak begitu jelas apa tuduhannya. Yang terang, seperti ditulis Vissimtiz, Hyperides datang membela Phyrne dengan teknik pembelaan yang tak pernah diduga para juri dan hakim: ia baringkan tubuh molek nan mulus Phryne di depan mata para juri, membaringkannya dalam keadaan telanjang. Mudah ditebak, Phyrne dibebaskan dari segala tuduhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Socrates, filsuf amat terkenal yang juga guru dari Plato, bahkan mengidam-idamkan bisa bertemu (mungkin juga berkencan) dengan hetaire bernama Theodete. Satu waktu, Socrates akhirnya menemui Theodote di kediamannya. Theodote, seperti halnya kebanyakan orang, terkesan dengan percakapannya bersama Socrates. Ia meminta Socrates untuk sering-sering mengunjunginya. Dengan diplomatis dan mungkin juga licik, seperti ditulis oleh Xenopohon dalam karyanya berjudul &#8220;Memorabilia&#8221;, Socrates menjawab: &#8220;Tentu saja, saya tidak ingin larut bersama kamu, saya mau kamu datang padaku&#8230; kecuali jika aku sedang bersama kekasihku.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan, tahukah Anda, bahwa salah satu buku terkenal Aristoteles yang berjudul &#8220;Nichomachean Ethic&#8221;, diambil dari nama anaknya, Nichomachena, yang dilahirkan dari seorang hetaire bernama Herphylis. Aristoteles berhubungan akrab dengan Herphylis saat ia sudah tua dan duda.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena kecerdasan dan kemampuannya, para hetaire dibayar amat mahal. Mereka hidup kaya raya. Phyrne, yang sudah diceritakan di atas, bahkan pernah menyanggupi membangun kembali kota Thebes dari kehancuran dengan uangnya sendiri. Jangan heran jika Phyrne sanggup membayar Praxiteles, seorang seniman patung, untuk membuat patungnya yang terbuat dari emas. Kemasyhuran Phryne bahkan diabadikan di daerah suci Apollo, di dalam kuil Delphi. Di sana, terdapat inskripsi yang bertuliskan namanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini bukan barang langka di Athena. Banyak kuil-kuil suci yang dibangun dari dana yang diberikan para hetaire. Kuil-kuil itu biasa disebut &#8220;kuil prostitusi&#8221;. Di Yunani, kuil-kuil jenis ini banyak ditemukan di Corinth, Paphos dan Amatahus yang ada di dekat Siprus sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tergoda untuk membandingkan ini dengan prostitusi yang terjadi &#8211;misalnya&#8211; di Bukit Kemukus. Ya, banyak pelacur yang ditempatkan di area-area suci. Mereka tidak ditempatkan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menambah keuangan kuil. Seperti juga di Bukit Kemukus, hubungan seksual dengan para pelacur itu digelar untuk memperoleh berkah. Dalam konteks kuil-kuil di Yunani tadi, hubungan seks dengan para pelacur ini dipersembahkan sebagai bukti bakti pada para dewa, terutama dewa-dewa yang berhubungan dengan mitologi kesuburan.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu kuil prostitusi paling masyhur bernama Kuil Aphrodite di kota Corinth. Pada momen-momen tertentu, kuil-kuil tersebut akan dipenuhi oleh para pelacur-pelacur kelas tinggi. Dalam konteks inilah, barangkali, saya baru bisa mengerti kenapa penyair legendaris bernama Horace pernah menulis: Non cuivis homini contingit adire corinthum [Tak semua orang bisa mengunjungi Corinth].</p>
<p style="text-align:justify;">Corinth, atau Corinthus, dikenal pada masa itu sebagai pusat dunia sekuler. Nama besar Paulus dianyam &#8211;salah satunya&#8211; oleh keberhasilannya memperkenalkan Jalan Keselamatan Isa Al-masih ke pendduk Corinth; sesuatu yang pastinya alot dan berat mengingat reputasi kota ini. Surat-surat Rasul Paulus kepada Jemaat Corinth bahkan masih penuh dengan anjuran ihwal pentingnya nilai-nilai kesetiaan pada pasangan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">[]</p>
<p>Pejalan Jauh<br />
<a href="http://www.pejalanjauh.com/2008/12/23/pelacur/" target="_blank">http://www.pejalanjauh.com/2008/12/23/pelacur/</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=130&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/09/21/pelacur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbahasa Arab di Jepang</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/08/31/berbahasa-arab-di-jepang/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/08/31/berbahasa-arab-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 06:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa arab]]></category>
		<category><![CDATA[catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[ulil]]></category>
		<category><![CDATA[ulil abshar-abdalla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ulil Abshar-Abdalla Saya belum sempat menonton film “Lost in Translation” yang mengambil latar belakang kota Tokyo, Jepang. Tetapi, pertengahan Maret lalu saya berkunjung ke negeri Timur yang menakjubkan itu.  Sudah tentu banyak hal yang patut dicatat dari kunjungan itu. . . . MELIHAT negeri lain, seperti mengenali benda-benda untuk pertama kali. Kita bertemu dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=127&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Oleh Ulil Abshar-Abdalla</em></p>
<blockquote style="text-align:justify;"><p>Saya belum sempat menonton film “Lost in Translation” yang mengambil latar belakang kota Tokyo, Jepang. Tetapi, pertengahan Maret lalu saya berkunjung ke negeri Timur yang menakjubkan itu.  Sudah tentu banyak hal yang patut dicatat dari kunjungan itu.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">.<br />
.<br />
.</p>
<p style="text-align:justify;">MELIHAT negeri lain, seperti mengenali benda-benda untuk pertama kali. Kita bertemu dengan orang-orang dengan kulit, pakaian, bahasa, dan adat-istiadat yang sama sekali berbeda. Kita bahkan harus menjumpai sebuah musim dan cuaca yang lain sama sekali, juga makanan yang tak kita kenal selama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya belum sempat menonton film “Lost in Translation” yang mengambil latar belakang kota Tokyo, Jepang. Tetapi, pertengahan Maret lalu saya berkunjung ke negeri Timur yang menakjubkan itu.  Sudah tentu banyak hal yang patut dicatat dari kunjungan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Datang dari sebuah negeri di mana kota-kotanya kurang begitu tertata dengan rapi dan bersih, hal pertama yang langsung menyambar mata saya ketika masuk ke kota Tokyo adalah pemandangan kota yang begitu tertib, bersih, serta orang-orang yang bersliweran ke mana-mana dengan “kereta angin” alias sepeda kaki. Kepadatan kota Tokyo tak jauh beda dengan Jakarta, tetapi kota ini masih menyisakan trotoar yang nyaman buat jalan kaki dan bersepeda. Seandainya saya bisa melakukan hal itu di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya turun di stasiun TCAT di Hakozaki, saya disambut oleh mahasiswa S3 University of Tokyo. Di taksi, saya mencoba berbicara bahasa Inggris dengan mahasiswa itu, tetapi dia rupanya kurang lancar berbicara dalam bahasa itu. Karena saya mendatangi sebuah seminar tentang Islam yang diadakah oleh Japan Association of Middle East Studies (JAMES), saya menduga dia mungkin bisa berbicara dalam bahasa Arab. Dan benar, dia lancar sekali berbahasa Arab. Sepanjang 20 menit perjalanan menuju hotel, saya berbicara dengan bahasa yang selama ini identik dengan umat Islam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah sesuatu yang aneh: saya harus berbicara dengan orang Jepang, dalam bahasa Arab, di sebuah negeri yang selama ini tidak pernah saya kenal mempunyai populasi Muslim yang cukup besar. Selama dua hari seminar, saya bertemu dengan banyak sarjana Jepang yang sangat lancar berbahasa Arab, dan ahli dalam kajian Islam di Timur Tengah. Saya agak merasa aneh, karena bertemu dengan sejumlah profesor Jepang yang melakukan kajian tentang aspek-aspek kecil dalam sejarah Islam klasik. Ada seorang profesor yang ahli tentang sejarah irigasi Mesir pada masa Dinasti Mamluk. Ada profesor lain yang ahli tentang tradisi upacara Maulid Nabi di Andalusia pada abad pertengahan. Mahasiswa yang menjemput saya di stasiun itu, sedang melakukan riset tentang sejarah kota Damaskus pada abad 14 dan 15 Masehi, dan sangat fasih bercerita tentang buku karangan Ibn Asakir, “Tarikh Dimasyq”.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sempat berkunjung ke sebuah perpustakaan swasta, Toyo Bunko atau Oriental Library, yang didirikan dan dibiayai oleh keluarga perusahaan besar, Mitsubishi. Perpustakaan ini mempunyai koleksi ratusan ribu buku tentang kebudayaan timur dalam pelbagai bahasa. Saya diajak keliling oleh Direktur Riset, Prof. Tsugitaka Sato, ke seluruh ruangan perpustakaan, melihat koleksi ratusan ribu buku dan manuskrip tua yang menakjubkan. Prof. Sato menghadiahkan sebuah buku yang baru ditulisnya, tentang sosok seorang wali besar dari Asia Tengah, yaitu Ibrahim b. Adham. Sayang sekali, saya tidak paham bahasa Jepang sehingga tak bisa menikmatinya. Bagi anak-anak pesantren, sudah tentu tokoh Ibrahim b. Adham ini sangat dikenal.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya benar-benar kaget, ternyata tradisi kajian Islam di Jepang cukup berkembang dengan baik dan kukuh. Inilah yang menjelaskan kenapa muncul beberapa sarjana Islam Jepang dalam tingkatan yang sejajar dengan para sarjana Islam di Barat, seperti Pro. Toshihiko Izutsu atau Sachiko Murata, pengarang buku The Tao of Islam yang terkenal itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jepang (ternyata) tidak saja identik dengan Sony atau Honda. Di negeri ini banyak hal tentang kajian Islam yang patut diperhitungkan oleh sarjana Islam di Indonesia. [Ulil Abshar-Abdalla] ***</p>
<blockquote style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Komentar:</em></p>
<p><em>Wah, bisa dijadikan motivasi para mahasiswa/i di unversitas islam nih. Sebab masih banyak orang yg meremehkan (bahasa Arab). Mereka menggangap prospek orang yang menguasai bahasa Arab tidak lebih hanya sekedar menjadi guru di lembaga pendidikan islam, yang jam mata pelajarannya seminggu sekali, kalah saing dengan mata pelajaran lainnya. Pesan saya: AYO, LESTARIKAN BAHASA ARAB. Jadikan bahasa Arab sebagai bahasa gaul orang islam.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Posted by Alfianne  on  10/12  at  01:20 PM</em></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://islamlib.com/id/artikel/berbahasa-arab-di-jepang/<br />
Cache: http://tinyurl.com/speakarabicinjapan</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=127&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/08/31/berbahasa-arab-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gus Dur dan Kontroversi &#8220;Assalamu&#8217;alaikum&#8221; (Kesaksian Ahmad Tohari)</title>
		<link>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/08/28/gus-dur-dan-kontroversi-assalamualaikum-kesaksian-ahmad-tohari/</link>
		<comments>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/08/28/gus-dur-dan-kontroversi-assalamualaikum-kesaksian-ahmad-tohari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 10:54:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[almarhum gusdur]]></category>
		<category><![CDATA[gusdur]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[pluralitas]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangarsip11.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana asal-muasal kontroversi bahwa Gus Dur yang dituduh ingin mengganti &#8220;Assalamu&#8217;alakum&#8221; dengan selamat pagi? berikut kesaksian Ahmad Tohari. . . . Kula Ndherek, Gus Oleh Ahmad Tohari ADALAH Edy Yurnaedi almarhum. Suatu siang, pada 1987, wartawan Majalah Amanah itu bergegas masuk ke ruang redaksi di Jalan Kramat VI Jakarta. Dengan wajah gembira dia meminta beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=125&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bagaimana asal-muasal kontroversi bahwa Gus Dur yang dituduh ingin mengganti &#8220;Assalamu&#8217;alakum&#8221; dengan selamat pagi? berikut kesaksian Ahmad Tohari.</p>
<p style="text-align:justify;">.<br />
.<br />
.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kula Ndherek, Gus</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Oleh Ahmad Tohari</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">ADALAH Edy Yurnaedi almarhum. Suatu siang, pada 1987, wartawan Majalah Amanah itu bergegas masuk ke ruang redaksi di Jalan Kramat VI Jakarta. Dengan wajah gembira dia meminta beberapa redaktur, di antaranya saya, mendengarkan laporannya. Dia baru selesai mewancarai KH Abdurrahman Wahid di Kantor PBNU. Topik wawancaranya adalah pluralitas internal umat Islam Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka rekaman wawancara pun diputar. Intinya, Gus Dur mengatakan, kemajemukan di dalam masyarakat muslim di Indonesia sudah menjadi kenyataan sejak berabad lalu. Meskipun sebagian besar umat Islam Indonesia menganut Mazhab Syafi’i namun ada juga yang mengambil mazhab lain. Bahkan penganut Islam Syi’ah, Ahmadiyah, abangan pun ada. Menurut Gus Dur tingkat penghayatan umat pun amat bervariasi dari yang hanya berkhitan dan bersyahadat waktu menikah sampai yang bertingkat kiai. Namun, ujar Gus Dur kemajemukan itu harus tetap terikat dalam ukhuwah islamiyah atau ikatan persaudaraan Islam. Artinya, sesama umat Islam yang berbeda aliran maupun tingkatan pemahaman seharusnya saling menyambung rasa saling hormat.</p>
<p style="text-align:justify;">Gus Dur sangat tidak suka terhadap istilah Islam KTP atau Islam abangan. Baginya, semua orang yang sudah bersyahadat dan berkelakuan baik ya muslim. Mereka yang ketika bertamu masih memberi salam dengan ucapan kula nuwun (Jawa), punten (Sunda) atau selamat pagi, ya muslim karena syahadatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau begitu Gus, ucapan assalamu alaikum bisa diganti dengan selamat pagi?”  tanya Edy Yurnaedi.<br />
&#8220;Ya bagaimana kalau petani atau orang-orang lugu itu bisanya bilang kula nuwun, punten atau selamat pagi? Mereka kan belum terbiasa mengucapkan kalimat dalam bahasa Arab kayak kamu?”</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah inti pendapat Gus Dur dalam wawancara dengan Edy Yurnaedi. Edy mengusulkan wawancara itu dimuat dalam Majalah Amanah edisi depan dengan penekanan bahwa Gus Dur menganjurkan mengganti assalamu alaikum dengan selamat pagi. Alasannya cukup konyol. Menurut Edy, Majalah Amanah yang kala itu baru berumur satu tahun harus membuat gebrakan dalam rangka menarik perhatian pasar. ” Kan nanti Gus Dur akan membantah. Dan bantahan itu kita muat pada edisi berikut. Nah, jadi malah ramai kan? Ini cuma taktik pasar kok,”  Edy ngotot.</p>
<p style="text-align:justify;">Drs H Kafrawi Ridwan MA yang waktu itu jadi pemimpin redaksi lebih suka mengambil sikap momong kepada yang muda. Maka usul Edy ditawarkan kepada rapat. Tentu ada yang pro dan kontra. Celakanya lebih banyak yang pro. Mereka beralasan seperti Edy, cuma taktik pemasaran, dan Gus Dur mereka yakini akan membantah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan terbitlah edisi assalamu alaikum itu. Benar saja, masyarakat riuh. Gus Dur menuai kecaman. Oplah majalah terdongkrak. Dan Edy melanjutkan aksinya dengan mewawancarai kembali Gus Dur. Diharapkan Gus Dur akan membantah bahwa dia telah menganjurkan mengganti assalamu alaikum dengan selamat pagi. Tapi Edy amat terkejut ketika Gus Dur dengan enteng menjawab, buat apa membantah. &#8220;Biarin, gitu aja kok repot.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Edy pulang ke kantor dengan wajah lesu. Oleh pemimpin redaksi dia dianggap telah gagal menyukseskan strategi pemasaran. Memang, oplah naik tetapi makan korban berupa terjadinya fitnah di tengah masyarakat. Secara pribadi saya pernah minta Gus Dur berbuat sesuatu untuk menghentikan fitnah yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Tapi dasar Gus Dur. Dia tetap pada pendirian akan membiarkan fitnah itu berhenti sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang fitnah itu ternyata berumur panjang. Setelah Gus Dur wafat kemarin masih terdengar suara penyiar yang mengatakan Gus Dur pernah ingin mengganti assalamu alaikum dengan selamat pagi. Maafkan kami para wartawan dan redaksi Majalah Amanah yang telah bermain api yang ternyata membakar kami sendiri. Gus Dur sendiri tetap berjiwa besar, tetap bersahabat, meskipun banyak yang terpaksa salah faham. Gus Dur tidak pernah mengusulkan mengganti assalamu alaikum dengan selamat pagi. Untuk hal ini saya akan menjadi saksi bagi Gus Dur.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia, dengan kebesaran jiwa hanya ingin mengajak siapa pun untuk menghargai sesama muslim yang bisanya mengucap salam dengan kula nuwun, punten, atau selamat pagi. Ini adalah sikap dasar Gus Dur yang menyintai semua muslim dari yang hanya bermodal khitan sampai yang bergelar kyai. Bahkan ukhuwwah basyariyah (persaudaraan kemanusiaan) yang berkembang dari iman membuat Gus Dur memiliki rasa cinta kepada siapa saja, tak pandang ras, agama, maupun status sosial. Sugeng tindak, Gus, insya Allah kula ndherek.</p>
<p style="text-align:justify;">[]</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/01/02/93511/Kula.Ndherek..Gus" target="_blank">http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/01/02/93511/Kula.Ndherek..Gus</a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ila hadlrati sayyidina al-musthafa Muhammad saw, wa ila ruhi kh.  Abdurrahman Wahid, alfatiha&#8230;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gudangarsip11.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gudangarsip11.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gudangarsip11.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gudangarsip11.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gudangarsip11.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gudangarsip11.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gudangarsip11.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gudangarsip11.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gudangarsip11.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gudangarsip11.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gudangarsip11.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gudangarsip11.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gudangarsip11.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gudangarsip11.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gudangarsip11.wordpress.com&amp;blog=8325038&amp;post=125&amp;subd=gudangarsip11&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangarsip11.wordpress.com/2010/08/28/gus-dur-dan-kontroversi-assalamualaikum-kesaksian-ahmad-tohari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8bec62b520089017ce61b4eb1206ea32?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sekedar mendokumentasikan apa yang perlu didokumentasikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
